Showing posts with label Rambu. Show all posts
Showing posts with label Rambu. Show all posts

Apa Maksud Gandar Jalan TOL

Semakin padatnya arus lalu lintas saat ini, itupun tidak hanya di kota - kota besar saja, oleh sebab itulah di realisasikan jalan bebas hambatan atau yang biasa kita kenal dengan sebutan jalan tol. Jalan tol di fungsikan sebagai alternatif untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan yang semakin tahun semakin menumpuk. Tapi saat ini bukan lagi sebagai alterlatif melainkan sebagai jalur utama bagi pengguna jalan yang notabene setiap hari menghadapi macet saat berangkat dan pulang kerja. Selain itu jalan tol merupakan jalan yang bisa di bilang satu - satunya untuk kendaraan seperti truk - truk besar karena pada jalan kota terdapat larangan yang dikhususkan untuk truk pada jam - jam tertentu saat jam kerja kecuali pada saat malam hari.


Menghadapi kepadatan serta macet antara mobil dan motor di jalanan umum membuat banyak pengguna jalan memilih jalur ke jalan tol karena dikhususkan untuk kendaraan ber-roda 4 atau lebih. Jujur saja ketika kita membawa sebuah mobil apalagi truk besar, sangat ribet sekali melaju apabila di kanan kiri depan belakang terdapat pengguna jalan lain yang menggunakan motor, pengguna jalan yang menggunakan mobil atau truk harus sigap lihat motor yang ada di kanan kiri agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, hal ini tentu membuat kita sebagai pengguna jalan yang membawa mobil atau truk tidak bisa tenang dan santai. Jika perjalanan yang harus ditempuh dekat tidak masalah, tapi kalau jauh? Maka dari itu solusinya yaitu menggunakan jalan bebas hambatan atau jalan tol.


Papan Tarif Tol

Menggunakan jalan tol memang tidak gratis seperti kita menggunakan jalan di jalanan umum. Kita wajib membayar dengan tarif sesuai gandar kendaraan kita. Saat ini sistem pembayaran untuk jalan tol sudah tidak lagi menggunakan uang tunai melainkan menggunakan E-Card sebagai langkah untuk mempercepat proses transaksi pembayaran saat memasuki gate atau keluar gate di jalan tol. Jalan tol memiliki tarif tertentu tergantung jenis kendaraan yang di gunakan atau tarif yang dilihat melalui gandar sebuah kendaraan. Semakin banyak gandar kendaraan, maka tarif akan semakin mahal. Bagaimana saya tahu tarif kendaraan saya? Setiap akan masuk gate atau keluar gate pasti terdapat papan atau layar elektronik yang menginformasikan tentang tarif yang akan anda bayar nantinya. Tarif tersebut dihitung pada gandar kendaraan anda. Jadi banyaknya gandar kendaraan anda, maka itulah yang harus anda bayar. Sebenarnya artinya gandar itu apa?


Gandar kalau menurut saya sendiri yaitu baris roda pada kendaraan. Penghitungan gandar terbagi menjadi 5 yaitu:

Kelas 1 dengan 2 gandar. Misalnya anda membawa mobil station atau mobil pribadi seperti sedan contohnya, maka anda masuk kelas 1 pada gandar 2 roda. Kelas 1 merupakan kelas dengan tarif tol paling rendah diantara tarif - tarif yang lain.

Kelas 2 dengan 2 gandar. Berikutnya yaitu kelas 2 namun dengan gandar yang sama yaitu 2 gandar, biasanya tarif ini diberlakukan untuk kendaraan yang sudah dalam kategori angkutan barang atau angkutan orang seperti minibus dan truk sedang yang masih menggunakan 1 roda depan kanan kiri dan 1 roda belakang kanan kiri. (contohnya ELF, CANTER, BUS).

Kelas 3 dengan 3 gandar. Berbeda dengan yang di atas yang merupakan kelas rendah, memasuki kelas 3 dengan 3 gandar
bisa disebut juga sebagai kelas menengah karena pada kelas ini, umumnya kendaraan yang tergolong termasuk kendaraan besar. Bahkan untuk truk seperti elf atau canter bisa masuk dalam kelas ini apabila terdapat penambahan roda belakang yang sebelumnya 1 roda belakang kanan kiri menjadi 2 roda kanan kiri. Truk yang saya kemudikan juga masuk dalam 3 gandar karena memiliki 3 baris roda kanan kiri.

Kelas 4 dengan 4 gandar. Kalau kelas ini sudah pasti di isi oleh truk - truk sejenis trailer dan truk trinton (maksudnya truk yang menggunakan 2 gandar roda depan yang berfungsi sebagai kemudi). Tidak banyak varian truk dalam kelas ini, hanya trailer dan trinton yang saya ketahui. Trailer bisa panjang, bisa juga pendek asalkan pada head trailer dan tempel trailer masing - masing menggunakan 2 gandar yang di bulatkan menjadi 4 gandar.

Kelas 5 dengan 5 gandar. Ini merupakan kelas tertinggi dengan tarif yang paling tinggi karena di dominasi oleh truk trailer panjang.

Sebenarnya adalagi 1 varian yang tergolong paling tinggi namun hanya pada jalan tol tertentu tarif ini dibedakan yaitu Kelas 6 dengan 6 gandar. setahu saya tarif 6 gandar masuk dalam tarif 5 gandar. 6 gandar juga di dominasi oleh truk trailer dengan tractor head 3 roda kanan kiri dan tempel trailer 3 roda kanan kiri.

Semoga bermanfaat.

Bentuk Dan Fungsi Air Suspension

Sering sekali kita melihat bus - bus terutama yang di khususkan untuk pariwisata bertuliskan "Air Suspension" yang terdapat pada kaca samping bus tersebut, bahkan cukup besar hingga hampir memenuhi panjang bus. Namun pengartian tentang fungsi dan bagaimana bentuknya tentang air suspension masih belum di ketahui oleh sebagian besar orang, itupun termasuk beberapa pengguna bus yang bersangkutan.


Air SuspensionKondisi Air Suspension saat mesin hidup

Air Suspension adalah atau merupakan salah satu fungsi yang bisa di bilang baru (sebenarnya sudah lama juga) yang di terapkan pada kendaraan khususnya kendaraan besar seperti truk dan bus. Air suspension atau dalam bahasa indonesianya adalah suspensi udara atau bisa juga di sebut pegas udara. Penggunaan air suspension di sini merupakan sebagai pengganti peer yang biasa di gunakan truk dan bus sebelumnya. Kenapa saya sebut bahwa air suspension di khususkan untuk kendaraan besar? Karena dari kata "air" atau bahasa indonesianya adalah "udara", anda sudah bisa menebak bahwa kendaraan yang yang menggunakan udara sebagai fungsi utama adalah truk dan bus. Jadi karena itulah hanya truk dan bus saja yang menggunakan sistem seperti ini.


Air Suspension Cabin TruckPenggunaan Air Suspension pada cabin truk

Umumnya air suspension di ketahui oleh masyarakat luas hanya di pakai oleh bus - bus saja, jangan salah ya, truk besar juga sudah memakai sistem seperti ini. Truk - truk yang menggunakan sistem air suspension pada umumnya merupakan truk buatan luar negeri, untuk truk produksi lokal saat ini masih belum di terapkan (setahu saya begitu).


Bentuk daripada Air suspension tersebut saya ketahui pada saat masih menjadi kenek dump truk. Pada masa - masa itu penggunaan truk lokal masih belum ramai berkembang seperti saat ini. Salah satu truk yang menggunakan air suspension adalah truk Nissan Diesel Custom. Untuk type saya sendiri kurang paham hanya banyak pengemudi mengatakan sebagai nissan elektrik. Salah satu yang saya ingat adalah truk ini memiliki 1 buah rongga udara pada kap depan. Selain itu sistem pada pedal gas tidak menggunakan kawat seling tapi menggunakan kabel (konstruksinya mirip seperti potensio). Pada saat itu yang saya ketahui posisi atau letak air suspension berada di bawah cabin truk atau bisa dikatakan sebagai penyangga cabin truk. Pertama memang hanya hal tersebut yang saya ketahui, tapi tenyata ada lagi di mana letak air suspension di pergunakan. Selain untuk penyangga cabin truk, air suspension juga di gunakan sebagai pengganti peer roda belakang.

Penggunaan air suspension biasanya ditujukan untuk memberikan kenyamanan pada pengguna ketika berada di jalanan yang berlubang, jalanan tambal sulam atau tidak rata. Selain itu penggunaan air suspension menurut saya lebih nyaman saat berada atau melintas di jalanan yang banyak lubangnya di bandingkan menggunakan peer.


Air Suspension AutoSupplyAutosupply Air Suspension

Bagaimana Sistem Kerja Air Suspension?

Memang jika dilihat sekilas tidak ada perbedaan dengan truk - truk yang menggunakan peer, tapi jika di lihat secara seksama pasti akan terlihat. Umumnya air suspension menggunakan sistem otomatis untuk mengisi angin dan membuang angin, karena sistem inilah maka akan ada gerakan tertentu yang terjadi pada kendaraan yang bersangkutan. Jika anda mengetahuinya untuk pertama kali pasti akan berkata "Lho, Wow, Keren..". Penggunaan air suspension atau tidaknya pada truk atau bus bisa kita ketahui ketika kendaraan tersebut pada posisi ketika mesin dinyalakan dan pada mesin di matikan.

Saat mesin dinyalakan.
Sebelum pengemudi menyalakan mesin kendaraan tersebut, alangkah baiknya apabila anda melihat secara seksama posisi kendaraan tersebut jika ingin mengetahui perubahannya. Umumnya sebelum mesin dinyalakan, kondisi kendaraan tersebut akan terlihat ceper (bingung bahasanya gimana), tapi ketika mesin dinyalakan, kendaraan tersebut lambat laun akan menjadi tinggi dan kondisi ceper tadi akan menghilang.


Air Suspension pengganti peer

Apa Alasannya?
Ketika mesin menyala, secara otomatis angin dalam tabung udara utama akan diisi, setelah kondisi angin dalam tabung utama sudah cukup atau sudah pada batasnya, maka udara dalam tabung penyimpanan tersebut akan segera di salurkan secara otomatis ke ruangan air suspension /pegas udara secara bertahap. Karena bertahap inilah secara perlahan kendaraan akan meninggi sedikit - demi sedikit. Pengisian pada ruang air suspension akan berhenti otomatis apabila kondisi sudah dianggap penuh pada saat kondisi kendaraan dalam keadaan diam atau tidak bergerak. Namun ketika kendaraan tersebut bergerak maka beban akan menjadi signifikan atau naik turun, maka secara otomatis pula air suspension akan segera menstabilkan kebutuhan angin. Udara pada air suspension otomatis akan terus terisi apabila beban berat bertambah seperti melewati jalan berlubang (intinya bergelombang, mirip off road). Sebaliknya, udara pada air suspension akan di kurangi otomatis ketika kondisi kendaraan berjalan di jalan yang rata bahkan hingga 20% dari kondisi diam dengan tujuan agar pengguna kendaraan tersebut merasa lebih nyaman. Ketika pada posisi ini, pengguna akan merasa seperti naik mobil mahal yang tidak merasakan goncangan sama sekali padahal sedang naik truk atau bus.


Pada saat mesin dimatikan, maka rangkaian otomatis pada air suspension akan menjadi off, karena hal tersebut sedikit demi sedikit udara akan di buang dari ruangan air suspension hingga tersisa sedikit. Karena pembuangan udara tersebut, maka kondisi kendaraan akan kembali menjadi ceper. Jika anda berpergian menggunakan bus yang menggunakan air suspension, tidak ada salahnya untuk meluangkan waktu mengintip sedikit apakah benar bus tersebut menggunakan air suspension atau hanya tulisannya saja yang air suspension. Karena saya sendiri sama sekali tidak suka teori, saya lebih memprioritaskan praktik dan pengalaman. Terima kasih semoga bermanfaat

Cara Mengganti Lampu Truk Yang Putus

Lampu pada truk merupakan sesuatu yang wajib ada. Tanpa hal tersebut bisa - bisa sesuatu yang buruk terjadi. Selain itu bisa terkena tindak pelanggaran sebagai pengguna jalan umum. Saat ini jenis - jenis lampu untuk truk sangat banyak dan warnanya pun juga bervariasi. Sebelumnya lampu pada truk hanya menggunakan jenis lampu bohlam biasa, tapi sekarang seiring perkembangan jaman varian lampu semakin bertambah seperti lampu led misalnya.


Untuk truk - truk besar, umumnya menggunakan lampu bertegangan 24V (volt). Ukuran 24 volt adalah yang paling besar dari semua ukuran tegangan. Lampu - lampu yang dipasang pada truk, mobil atau motor pada saat ini meggunakan tegangan listrik yang berasal dari accu. Jadi nyala pada lampu akan tetap stabil meskipun rpm mesin kendaraan berubah - rubah. Jalur untuk kelistrikan lampu biasanya dari accu menuju sekring terlebih dahulu sebelum menuju saklar yang berfungsi menghubungkan tegangan listrik ke lampu tersebut dengan tujuan untuk menghindari konsleting.


Bola Lampu truk dan mobil

Terjadinya konsleting biasanya arus tegangan positif listrik dari accu yang menuju lampu tersebut menempel pada arus tegangan negatif, jadi dengan demikian umumnya akan sebuah percikan listrik berskala kecil. Meskipun kecil percikan yang dihasilkan, dapat melelehkan kabel saluran listrik karena tegangan tersebut yang panas. Agar tidak terjadi konsleting maka digunakanlah sekring sebagai antisipasi terjadinya konsleting. Sekring sendiri berfungsi untuk memutus saluran kelistrikan secara otomatis ketika terjadinya konsleting atau hubungan pendek antara arus positif dan arus negatif.


Ada beberapa ukuran untuk sekring yang fungsinya juga bervariasi. Ukuran serkring biasanya tertulis dalam angka dan sebuah huruf serta warna. Beberapa ukuran yang biasa digunakan untuk truk atau bahkan untuk kendaraan lain secara global antara lain 10A, 15A, 20A, dan tertinggi adalah ukuran 25A. Hal tersebut sudah umum dipakai untuk semua jenis kendaraan. Jadi sampai disini dulu tentang sekring. Artikel tentang sekring yang lebih detail akan saya buat sesegera mungkin.


Kembali ke ulasan judul posting ini yaitu cara mengganti lampu truk yang putus. Bila membaca judul tersebut berarti anda ingin mengganti lampu tersebut atau ingin tahu caranya untuk menggantinya. Pertama adalah melihat secara detail kondisi lampu tersebut. Biasanya lampu truk atau kendaraan yang putus pada kaca bola lampunya terdapat warna hitam pekat. Hal ini disebabkan terjadinya ledakan( bisa jadi konsleting) saat ulirannya terputus. Saat terjadi ledakan tersebut memang tidak membuat suara yang berisik karena tertutup. Berikutnya adalah membuka wadah lampu tersebut. Biasanya dalam hal ini ada beberapa versi yaitu membuka tutup yang berada didepan bohlam dan dibelakang bohlam. Bila tutup yang bisa dibuka adalah bagian depan bohlam, berarti anda butuh sebuah obeng kembang untuk membukanya. Apabila yang bisa dibuka adalah tutup belakang bohlam berarti anda cukup membuka pittingan bohlam tersebut dengan cara diputar searah jarum jam. Selain dengan cara memutar, biasanya juga pada bagian belakang lampu terdapat seperti kawat untuk mengunci rumah pittingan bohlam, bila rumah bohlam kendaraan anda seperti ini, maka cukup membuka kunci kawat tersebut dengan cara ditekan terlebih dahulu dan di arahkan ke sisi kiri anda.


Setelah selesai melepas bola lampu yang putus atau rusak tadi, sekarang anda tinggal mengganti dan memasang dengan yang baru. Perlu diperhatikan, usahakan tegangan volt dan watt pada bola lampu yang baru tersebut sama agar tidak terjadi hal - hal yang tidak di inginkan seperti plastik pada pittingan menjadi leleh akibat panas dari ukuran watt lampu yang terlalu besar (lebih besar dari ukuran aslinya). Bola lampu seketika langsung putus akibat ukuran volt yang lebih kecil (standart untuk truk besar adalah 24V dan untuk mobil kecil serta motor berukuran 12V).


Penggantian bola lampu yang sesuai ukuran aslinya meskipun itu produk yang bisa dikatakan biasa atau barang murah dapat membuat lampu tersebut menyala secara normal namun bila ingin awet silahkan beli dengan kualitas yang lebih atau beli di dealer asli truk tersebut. Bila kelistrikan normal, maka lampu sudah pasti bisa menyala, tapi bila setelah penggantian bola lampu baru masih belum menyala maka permasalahannya terjadi jalur lampu tersebut mulai dari sekring sampai ke lampu. Apabila masalah truk anda adalah masalah seperti ini, maka detailnya bisa anda lihat pada artikel selanjutnya tentang "Cara Mengatasi Arus Pendek Pada Sekring Truk".


Saya akhiri sampai disini, bila ada pertanyaan, saran atau kritik silahkan berkomentar dibawah posting ini. Semoga bermanfaat.

Fungsi Sebenarnya Dari 3 Lampu Hijau Pada Kabin Truk Asal Jepang

Sebelum truk - truk lokal menjadi populer seperti saat ini, banyak perusahaan dibidang angkutan menggunakan truk bekas asal singapura yang di import ke Indonesia. Truk - truk tersebut merupakan truk bekas yang bermula dari jepang (truk buatan jepang) yang kemudian di gunakan pertama kali di negara - negara seperti singapura lalu di recycle ulang dan dijual kembali di Indonesia. Truk yang berasal dari jepang atau produksi jepang memang memiliki tenaga yang sangat besar dan kapasitas silindernya pun tergolong besar juga.


Biasanya pada kepala truk terdapat tanda seperti V6, V8, dan V12. Tanda tersebut maksudnya adalah jumlah silinder yang digunakan pada truk tersebut yaitu seperti V6 yang berarti jumlah silinder yang dipakai adalah 6 buah silinder. Bisa dikatakan angka sebelum huruf merupakan jumlah silinder yang digunakan. Selain itu jika membahas soal truk - truk import, ada sedikit perbedaan. Perbedaanya seperti penggunaan shockbreak (spiral) yang terdapat pada kepala truk, peredam suara mesin dan juga penempatan 3 lampu warna hijau tepat diatas kepala truk persis di tengah - tengah.

Nissan Diesel CW340

Salah satu yang akan saya bahas adalah 3 lampu warna hijau yang ada diatas kepala truk tersebut. Sebenarnya berfungsi untuk apa lampu tersebut? Apakah hanya sekedar hiasan atau bagaimana?

Sebenarnya pengadaan 3 lampu diatas kepala truk import tersebut yang umumnya berwarna hijau tersebut merupakan tanda untuk kecepatan truk tersebut. Selain warna hijau, ada juga yang berwarna jeruk atau orange namun warna orange sangat jarang dijumpai. 3 lampu berwarna hijau tersebut dapat menyala bersamaan apabila pengemudi mengaktifkan atau menekan tombol yang ada di dashboard. Umumnya tombol tersebut hanya ditekan oleh pengemudi truk ketika hari sudah mulai gelap atas jam batasan tertentu.


Sebelumnya saya mengatakan bahwa lampu tersebut adalah tanda untuk kecepatan. Maka dari itu setiap lampu yang menyala dari ke - 3 lampu tersebut memiliki kecepatan tertentu. Hal ini saya ketahui ketika masih dalam proses belajar mengemudikan truk besar dan saat itu truk yang saya kemudikan yaitu NISSAN DIESSEL CW 480 yang merupakan truk import. Truk tersebut memiliki 3 lampu warna hijau diatas kepala truk.


Ketika menjalankan truk tersebut saat dimulai dari km 0, lampu diatas kepala truk yang berwarna hijau tersebut akan menyala 1 buah saja. Lalu ketika memasuki kecepatan 50km/jam, lampu tersebut menyala menjadi 2 buah dan ketika memasuki kecepatan 70km/jam, ketiga lampu tersebut menyala secara bersamaan. Bagaimana pengemudi bisa mengetahuinya karena lampu tersebut berada di luar dan diatas truk? Sebenarnya 3 lampu tersebut memiliki 3 lampu indikator yang terdapat tepat diatas spidometer pada pengatur kecepatan. Jadi dengan melihat spidometer tersebut, pengemudi pasti mengetahui berapa lampu hijau yang menyala.


Sebenarnya bagaimana 3 lampu tersebut bekerja?

Setiap lampu yang menyala memiliki kecepatan tertentu mulai dari kecepatan rendah hingga tinggi. Pertama adalah menyala 1 lampu yang menandakan kecepatan atau laju truk tersebut berkisar antara 0km/jam sampai 40km/jam. Pada kisaran tersebut sebuah lampu hijau akan menyala dan kedua lampu lainnya tetap mati. Kedua adalah menyala 2 lampu yang menandakan kecepatan atau laju truk tersebut berkisar antara 41km/jam sampai 60km/jam. Pada kisaran ini dua lampu hijau tersebut akan menyala dan 1 lampu hijau yang tersisa tetap mati. Ketiga adalah 3 lampu menyala atau semua lampu menyala yang menandakan kecepatan berkisar 61km/jam hingga lebih (bisa sampai mentok).


Jadi dengan demikian anda akan tahu fungsi sebenarnya dari 3 buah lampu hijau yang ada diatas kepala truk import. Jika anda melihat lampu hijau diatas kepala truk hanya nyala 1 atau 2 buah saja bukan berarti lampu truk tersebut rusak atau putus. Varian seperti ini saat ini masih dipakai pada truk - truk jepang, untuk truk lokal mungkin tidak digunakan hingga saat artikel ini saya buat.

Apabila anda bukan seorang pengemudi truk, anda akan tahu berapa kecepatan sebuah truk hanya dengan melihat 3 lampu hijau yang ada di atas kepala truk import. Tapi karena saat ini truk - truk yang ada di Indonesia lebih di dominasi oleh truk - truk lokal, maka akan sangat jarang sekali bisa menjumpai truk - truk import karena beberapa alasan seperti harga, konsumsi bahan bakar dan lain sebagainya. Mungkin sampai disini dulu yang bisa saya tulis, semoga menambah wawasan anda dalam dunia truk. Terima kasih.

Truk Tidak Bisa Start, Angin Tabung Habis, Dan Perseneling Masuk. Bagaimana Menetralkannya?

Sebenarnya banyak sekali komentar - komentar yang masuk di blog Truk Bercerita tentang permasalahan seputar truk, namun saya tidak bisa membalasnya jika jawaban secara asal - asalan karena bukan hanya pembaca yang berkomentar saja yang membutuhkan jawabannya, pengguna lainnya pun mungkin juga ingin mengetahuinya karena jika kesehariannya bergelut dengan truk, maka informasi seperti ini sudah menjadi kebutuhan penting. Betul?. Salah satu komentar yang masuk yang bisa saya saya jawab seperti pada posting ini atau posting - posting pada kategori "Tanya Jawab" sebelumnya sudah saya terbitkan terlebih dahulu pada posting - posting di mana komentar tersebut ada, maka mulai dari ini, saya akan menjawab komentar tersebut dengan postingan seperti ini namun dengan alamat urlnya saja. Dengan demikian, pembaca yang sebelumnya berkomentar bisa membaca artikel tentang apa yang di tanyakan.


T: om maaf, buat para senior yg khatam di hono lohan. . saya mau tanya, saat ini posisi truck lohan 260 ti yg saya bawa sedang posisi parkir, dan posisi persneling masuk ke kura 2. . 1 hari full mobil parkir,saat saya mau jalan, angin tabung ternyata kosong, aki pun tidak kuat stater. di karenakan angin kosong pd tabung, gigi persneling jadi gk bisa pindah ke netral. . saya mau nanya, gmn solusi nya ya.?? . please..help me. . makasih sblumnya.

J: Terima kasih sebelumnya atas komentar yang telah diberikan. Disini solusi yang bisa saya berikan ada 2 versi dan versi tersebut ada yang mudah dan ada yang cukup sulit.


Versi 1:
Versi ini adalah versi yang mudah yaitu dengan mengganti aki tersebut. Dengan mengganti aki, otomatis truk kembali kuat untuk start mesin. Apabila kesulitan untuk membeli aki baru, bisa juga meminjam sejenak aki milik teman atau pengemudi lain yang kondisinya sama - sama parkir. Kalau tidak ada untuk pinjam atau tidak bisa membeli yang baru, tidak perlu khawatir, cukup di charge saja ke tempat charge aki terdekat. Setelah itu sudah pasti angin tabung yang kosong akan terisi. Lalu bagaimana cara membuat perseneling menjadi netral karena pada saat tersebut posisi gigi perseneling masuk? Kembali ke pengalaman karena pengalaman adalah guru yang paling berharga dan juga bukan hanya sekedar teori.


Biasanya, perseneling yang masuk menjadi sulit dinetralkan ketika mesin mati adalah karena kondisinya tertekan oleh tekanan stick join, karena hal ini sama seperti mengambil ganjal yang tertekan oleh ban. Bisa dibayangkan jika sebuah ganjal di ditekan oleh ban, jelas untuk melepaskannya sangat susah sekali. Solusinya adalah dengan menjauhkan ban tersebut dari ganjal tadi yaitu bisa dengan cara memajukan atau memundurkan truk apabila mesin truk bisa di hidupkan dengan normal atau apabila mesin truk tidak mau menyala bisa dengan menggoyang - goyangkan truk tersebut dengan cara di dorong oleh orang.


Cara tersebut sama dengan solusi dari komentar di atas. Setelah mengganti aki, otomatis mesin bisa start, sebelum menghidupkan mesin ada baiknya apabila terlebih dahulu ban atau roda di ganjal dengan jarak bisa kurang atau bisa lebih 1 meteran pada bagian depan dan belakang ban apabila posisi truk berdekatan dengan truk lain yang sedang parkir. Kenapa harus diganjal dengan jarak tertentu? Karena pada posisi perseneling masuk, sudah pasti saat start truk spontan akan loncat, maka ganjal tersebut digunakan sebagai antisipasi untuk menghentikan gerakan truk karena posisi angin tabung kosong, karena angin tabung kosong maka sudah pasti rem truk tidak akan berfungsi. Setelah persiapannya selesai, pertama - tama hal yang harus dilakukan adalah menghidupkan mesin truk. Ketika memulai start mesin, anda tidak perlu khawatir jikalau mesin akan menyala dan truk berjalan. Mesin hanya berbunyi mengikuti putaran dinamo starter saja dan ketika sudah berbunyi. Secara bersamaan atau saat truk sudah loncat - loncat, dorong tongkat perseneling ke arah netaral. Mendorongnya pun tidak perlu dengan tenaga super, cukup seperti anda mendorong seperti biasanya. Kondisi truk yang tiba - tiba loncat tersebut dapat membuat tekanan yang berada di stick join yang berhubungan dengan ban atau roda akan hilang, setelah tekanan hilang otomatis gigi perseneling bisa berpindah ke posisi netral meskipun kondisi mesin tidak menyala sebelumnya. Setelah berhasil menetralkan gigi perseneling, maka truk bisa dihidupkan secara normal untuk mengisi angin tabung.


Versi 2:
Apabila kondisi parkir yang bisa di bilang berada di lapangan atau jauh dari kendaraan atau benda - benda lain. Caranya sedikit berbeda dari versi 1 yaitu dengan cara mendorong truk yang bermasalah tadi dengan truk lainnya (kalau pakai tenaga orang sudah jelas cepat capek.) Mendorong dengan truk lain bisa dengan cara adu bak belakang yaitu truk yang mendorong akan bergerak mundur dan truk yang bermasalah otomatis bergerak maju. Ketika proses pendorongan atau roda sudah berputar, persiapan pengemudi truk yang bermasalah yaitu memompa - mompa pedal gas karena kondisi ini dapat membuat mesin truk menjadi hidup atau menyala. Nyala atau tidaknya tergantung posisi kunci kontak truk yang bermasalah tersebut, namun menurut saya lebih baik posisi kunci sedang on atau acc atau menyala. Persiapan berikutnya yaitu mendorong tongkat perseneling ke arah netral. Kondisi ini bisa dilakukan apabila berada di lapangan atau ruangan yang cukup luas agar terhindar dari hal - hal yang tidak di ingin.

Bersiap. Saat proses mendorong truk, truk yang bermasalah otomatis dari putaran roda awal akan langsung loncat, pada saat loncat - loncat inilah pengemudi truk yang bermasalah memompa - mompa pedal gas (ada juga yang tidak perlu memompa - mompa pedal gas) agar mesin truk bisa menyala. Saat mesin truk yang bermasalah dapat menyala, doronglah tongkat perseneling ke arah netral tanpa menginjak pedal kopling karena pedal kopling tersebut sudah pasti sangat keras tanpa bantuan angin. Usahakan mendorong terus tongkat perseneling hingga netral. Laju truk bermasalah tersebut hanya loncat - loncat saja. Kemungkinan truk mesin truk juga akan menyala dengan sendirinya. Apabila mesin truk menyala pasti truk bergerak maju perlahan - lahan. Untuk mengakali bagaimana caranya untuk mengerem darurat yaitu dengan mengangkat tuas handrem secara perlahan - lahan karena ketika truk berjalan meskipun lambat, mengangkat tuas handrem cukup berat. Jadi seperti itulah solusi yang bisa saya berikan.


Maaf ada yang ketinggalan. Tambahan tentang masalah diatas adalah truk yang sudah menggunakan handrem tipe chamber (tipe ini umumnya di gunakan untuk truk - truk seperti trailer, namun sekarang sudah digunakan secara universal atau umum seperti Hino 500 dan UD Quester. Apabila permasalahannya terjadi pada truk dengan handrem chamber, secara logika mendorong truk sudah tidak dapat digunakan lagi karena truk dengan sistem chamber bergantung sekali pada angin yang berada di tabung penyimpanan angin. Jadi meskipun tuas handrem tipe chamber tersebut berada pada posisi off, truk yang bersangkutan pasti tidak bisa bergerak sama sekali karena angin yang dibutuhkan untuk mengisi dudukan atau ruang chamber itu sendiri tidak mencukupi. Contohnya seperti sebuah truk gandeng yang melepaskan gandengannya. Ketika proses pelepasan tersebut pasti si kenek akan melepaskan saluran angin dari tabung menuju ruang chamber pada bagian gandengannya. Ketika pelepasan selang angin tersebut, otomatis rem pada bagian gandengan truk akan berfungsi seketika atau mengerem otomatis. Bisa juga dikatakan seperti ini: ketika fungsi chamber tidak memiliki angin yang cukup atau sama sekali tidak ada pasokan angin yang berasal dari tabung angin, maka tuas rem atau kampas rem yang berada di tromol akan mengerem sekuat tenaga karena fungsinya seperti itu. Lalu anginnya berfungsi untuk apa? Umumnya angin pada tabung truk untuk fungsi chamber adalah membuat posisi chamber menjadi off. Jadi kesimpulannya adalah apabila tidak ada angin, otomatis posisi chamber menjadi On, sedangkan bila terdapat angin yang cukup posisi chamber akan menjadi off, seperti itulah. Sering sekali kita melihat proses dimana truk - truk mengaktifkan dan menonaktifkan tuas chamber namun kita sendiri tidak menyadarinya.


Salah satu contohnya yang bisa saya berikan adalah ketika kita berada di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), ketika ada sebuah trailer hendak mengisi bahan bakar kita pasti menengok dan melihat sekilas truk trailer tersebut lalu membiarkan atau sesuatu hal yang biasa. Tapi seketika kita akan kembali melihat truk trailer tersebut secara sedikit kaget (mungkin sedikit kaget) karena truk trailer tersebut saat berhenti mengeluarkan suara angin yang cukup nyaring dan panjang. Suara yang cukup nyaring itulah pertanda tuas handrem pada truk trailer tersebut berada pada posisi On. Kenapa bisa begitu? Karena ketika tuas handrem berada pada posisi On, maka angin yang berada dalam ruang chamber sudah tidak diperlukan lagi. Membuang angin yang berada ruang chamber dapat membuat fungsi pengereman paling maksimal secara otomatis jika dilakukan secara manual seperti anda menginjak pedal rem mobil anda secara kuat atau bahkan kuat sekali (nginjak pedal rem sampai ngeden). Hal ini dimaksudkan agar truk tersebut tidak bergerak ketika pengemudi sedang mengisi bahan bakar. Suara angin pada chamber akan berbeda ketika chamber masuk pada posisi Off. Suara angin yang terdengan akan terasa lirih atau pelan, kenapa seperti itu?. Karena ketika posisi chamber menjadi Off, maka ruang chamber membutuhkan pasokan angin yang berasal dari tabung angin utama. Ketika proses pengisian angin dari tabung ke ruang chamber pasti terdengar suara angin namun tidak berisik seperti saat chamber dalam posisi On. Suara angin yang dihasilkan dari proses ini sangat pelan atau tidak berisik bahkan tidak berbunyi sama sekali karena angin masuk ke ruang chamber tersebut.

Sebenarnya pada posting ini saya cukup kesulitan untuk merangkai kalimatnya. Memang solusinya sudah ada di kepala namun cara penyampaiannya yang sedikit sulit. Mohon maaf bila kalimat - kalimat yang saya buat ini agak sedikit aneh pengartiannya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Apa Arti Impact Yang Terdapat Pada Setiap Tambal Ban [Air Impact Wrech]

Ketika berjalan - jalan menggunakan kendaraan, pasti akan menjumpai sebuah tambal ban. Meskipun sepintas saja, pada tabung angin tambal ban tersebut tertulis tulisan "Impact" dengan huruf besar. Sering sekali kita melihat tulisan tersebut tapi apa maksudnya? Kali ini saya akan membuat sedikit penjelasan tentang apa arti impact yang terdapat pada tambal ban. Saat ini hampir semua tambal ban memberikan tulisan impact atau ada fitur impact pada tambal ban tersebut. Menurut saya, artikel yang menyebutkan kalimat "tambal ban" di internet sangat sedikit, mungkin karena topiknya kecuali pemburu berita mungkin.


Sebagai pengemudi truk saat ban truk bocor atau pecah, pengemudi truk tersebut akan segera mencopot ban yang bocor atau pecah tersebut dengan kunci roda. Pada truk besar biasanya alat yang dipakai antara lain: kunci roda, stang kunci roda, dongkrak, dan stang pipa panjang sebagai tumpuan. Memang jika membahas tentang "TEMPOE DOELOE" tambal ban masih menggunakan senjata seperti itu untuk membuka ban. Pasti sangat merepotkan dan juga sangat memeras tenaga sekali. Saat mencopot ban dan memasang ban rasanya sangat melelahkan sekali bila menggunakan perlengkapan seperti itu.


Namun hal itu lambat laun sudah ditinggalkan oleh kebanyakan tambal ban dan beralih ke alat yang lebih praktis yang biasa di sebut impact. Saya sendiri sebenarnya kurang paham mengenai arti impact itu sendiri tapi saya mengerti fungsi sebenarnya untuk apa. Menurut saya impact yang dimaksud adalah sebuah alat yang digunakan untuk mencopot dan memasang ban secara cepat dengan tenaga yang berasal dari angin. Jika anda memiliki pengertian lain silahkan berkomentar ya.


Tegangan angin yang besar yang berasal dari tabung angin pada tambal ban merupakan penggerak utama mesin impact. Semakin besar tabung angin maka semakin besar pula tenaga yang dihasilkan. Angin yang berasal dari tabung akan memutar mesin impact, pada mesin tersebut terdapat sebuah stang yang ujungnya adalah kunci untuk membuka baut roda pada truk. Tegangan angin yang tinggi dapat memaksa baut roda truk menjadi lepas meskipun baut roda tersebut berkarat atau susah untuk di lepas jika menggunakan cara biasa.


Karena menggunakan tenaga angin, maka akan terdengar suara angin ketika mesin impact sedang bekerja. Suara angin akan terdengar keras seperti meraung - raung jika baut roda sedikit membandel atau susah untuk di lepas. Memang bila dibandingkan jauh lebih efisien menggunakan impact daripada alat - alat manual seperti sebelumnya. Tapi untuk darurat tetap saja menggunakan alat manual. Bila dilihat dari segi positifnya, mencopot dan memasang ban lebih praktis cepat selesai tanpa memakan banyak waktu dan tenaga. Biasanya kebanyakan pengemudi truk bahkan saya sendiri lebih mengandalkan impact saat ban bocor atau pecah daripada membuka sendiri karena malah menyusahkan.


Impact memiliki sedikit negatifnya itupun biasanya terjadi ketika awal memasang baut roda yaitu saat pemasangan dan mengeraskan baut roda, ketika awal pemasangan baut rodanya miring atau drat baut roda tersebut tidak masuk dengan benar, maka dalam beberapa putaran baut roda tersebut akan menjadi keras meskipun belum mentok. Hal tersebut biasanya sudah dianggap biasa oleh tukang tambal ban karena kondisi baut roda yang jarang dibuka menjadi keras saat diputar. Karena anggapan tersebut, rata - rata baut roda setelah dipasang dan dikeraskan, maka akan sangat sulit untuk dibuka kembali. Kesulitan tersebut terjadi karena saat pemasangan baut roda sebelumnya drat sudah miring atau tidak pas, maka saat pengerasan baut roda tersebut menggunakan Impact, sudah pasti baut roda tepatnya drat dari baut roda tersebut pasti rusak.


Memang pada kondisi normal atau rusak, baut roda pasti akan tetap keras saat truk melakukan pekerjaan seperti biasa. Namun rusak atau tidaknya tersebut bisa diketahui saat membuka baut roda tersebut misalnya ban bocor lagi setelah beberapa kilo perjalanan atau ban tiba - tiba pecah karena truk bermuatan berat atau sudah tidak mampu. Lalu bagaimana cara mengetahui rusak tidaknya baut roda setelah menggunakan Impact?.

Tambal Ban Impact

Ketika pecah ban atau ban bocor di jalan, otomatis pengemudi dan kenek (bila ada) pasti akan membuka atau mencopot sendiri ban yang bermasalah tersebut dengan peralatan manual karena saat darurat seperti ini akan sangat beresiko untuk mencari tambal ban dengan Impact. Bila sebelumnya memasang baut roda dengan impact, maka dengan membuka sendiri seperti ini pasti ketahuan rusak atau tidaknya.


Pada baut roda yang masih bagus, ketika dibuka dengan alat manual yaitu kunci roda, stang kunci roda dan stang panjang. Setelah satu atau dua putaran pertama, baut roda tersebut pasti bisa diputar dengan ringan bahkan dengan jaripun pasti bisa karena sebelumnya sudah pernah dibuka. Baut roda yang masih bagus terlihat ulir yang rapi dan lurus. Namun lain halnya dengan baut roda yang rusak akibat salah drat saat menggunakan Impact. Ketika membuka baut roda tersebut sangat sukar sekali meskipun baut roda tersebut sudah bisa berputar. Biasanya baut roda yang rusak, saat memutar untuk melepaskan baut roda tersebut menjadi sulit sekali, jangankan pakai jari tangan, pakai kunci roda dengan stang pendek masih saja harus ngotot bahkan masih harus pakai stang panjang lagi. Baut roda rusak tersebut baru bisa diputar dengan jari tangan saat akan lepas antara 1 sampai 2 putaran terakhir. Ketika sudah lepas coba lihat ulir baut roda tersebut, pasti terlihat ulirannya yang rusak atau uliran menjadi bertumpuk.


Jadi seperti itulah arti dari impact serta sisi positif dan negatifnya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Salah Satu Alasan Ban Depan Truk Menggunakan Ring Tambahan

Pernah terfikirkan tidak kenapa beberapa truk seperti mitsubishi ganjo, isuzu giga menggunakan ring pada bagian depan roda truknya?. Selamat sore dan juga saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ya bagi anda yang beragama islam. Artikel ini saya tulis bertepatan dengan bulan ramadhan. Sebenarnya sudah beberapa artikel yang saya buat pada bulan ramadhan ini. Saya sendiri juga ingin membuat video dengan ucapan seperti itu namun apa daya bahan untuk videonya masih belum punya saat ini, jadi mohon di maklumi ya.


Penambahan ring pada roda depan produsen truk - truk tertentu bukan berarti itu hanya sebuah hiasan. Ada fungsi tersendiri dibalik pengadaan tersebut. Pada hino 500 kok tidak ada? Tapi di hino lohan atau hino badak kok ada? Beberapa versi truk terbaru sudah tidak menggunakan ring pada roda depannya seperti hino 500 dan UD Quester. Apa fungsi sebenarnya dari pengadaan ring tersebut? Sebenarnya sangat simple fungsinya hanya saja kebanyakan orang (bukan pengemudi) atau bahkan pengemudi itu sendiri kurang memahami walaupun tanpa sadar sering digunakan fungsinya.



ring pijakan ban truk

Fungsi utama penambahan ring pada roda depan truk adalah untuk pijakan pertama ketika pengemudi akan masuk kedalam kepala truk. Truk - truk besar yang menggunakan ring pada roda depan kebanyakan pijakan yang terdapat pada kepala truk hanya berjumlah 1 buah pijakan saja dan juga kondisinya yang cukup tinggi. Maka oleh sebab itu diberikan tambahan yaitu ring pada roda depan sebagai pijakan pertama sebelum pijakan yang ada di kepala truk. Bagaimana? Sudah jelas sekarang?.


Produsen truk berfikir tentang bagaimana mempermudah pengemudi untuk naik ke atas truk tanpa harus menyusahkan pengemudi truk tersebut karena pijakan yang cukup tinggi. Selain itu kebanyakan pengemudi truk memiliki badan yang rata - rata cukup gemuk, coba anda bayangkan bagaimana pengemudi truk yang berbadan gemuk naik ke dalam truk dengan pijakan yang tinggi tanpa bantuan dari ring yang ada di roda? Pasti anda tertawa sendiri ketika membayangkannya. Selain pengemudi truk yang bertubuh gemuk, rata - rata juga pengemudi truk sudah berumur (bapak - bapak bahkan kakek - kakek). Seandainya masih seumuran bapak - bapak masih bisa naik tanpa menggunakan ring tersebut, tapi kalau sudah kakek - kakek apakah masih bisa naik tanpa ring tambahan tadi? Bisa - bisa keneknya nanti yang gendong.


Memang tidak bisa di targetkan truk versi tersebut untuk pengemudi berumur berapa. Truk tersebut masih tetap tergolong universal yang bisa dipakai untuk semua umur dengan memanfaatkan pijakan tambahan yang berupa ring pada roda depan truk tersebut. Bagaimana dengan truk - truk seperti hino 500, kenapa tidak ada ring pada roda depannya?. Hino 500 dan juga UD Quester saat ini sudah menggunakan 2 sampai 4 pijakan untuk naik ke dalam truk, jadi sudah tidak diperlukan lagi ring tambahan. Versi terbaru saat ini untuk pijakan truk penerapannya sudah mengikuti gaya dari truk - truk buatan jepang dan eropa. Pijakan pertama sudah tidak memakai ring pada roda tapi memakai pijakan yang sudah disiapkan terhubung melalui casis truk. Pijakan yang menggunakan cassis truk sedikit lebih rendah dibandingkan pijakan yang menggunakan ring pada roda. Biasanya standard untuk pijakan pertama yang paling bawah adalah sejajar dengan as roda depan untuk truk - truk bak atau sejenisnya, sedangkan pijakan paling bawah berada sedikit dibawah as roda depan untuk truk - truk sejenis trailer. Bila kurang yakin silahkan dicek sendiri ya.


Penghapusan pijakan ring pada truk saat karena tambahan pijakan tersebut. Selain itu pijakan yang berbentuk ring tadi saya sendiri menganggapnya kurang baik bila truk digunakan pada lokasi atau medan berat seperti tambang. Kebanyakan lokasi pertambangan memiliki jalan yang cukup extrime (jalan ambles, jalan bebatuan). Jalanan seperti ini sangat mudah sekali merusak ring roda untuk pijakan. Selain hal tersebut, ada juga kekurangan lain yang dapat membuat ring menjadi berbentuk tidak beraturan. Hal ini adalah pengalaman saya sendiri ketika proses muat barang yang kondisinya diwajibkan berdekatan dengan trotoar tempat muat muat. Memang awalnya tidak disadari karena sedang proses muat barang namun setelah selesai, saat truk dipindahkan tenyata ring sudah bengkok menjadi tidak beraturan karena tergerus oleh trotoar yang cukup tinggi.

Posisi Saklar Range Pada Truk Saat Memasukan Gigi Mundur Dan Setengah

Truk yang sistem persenelingnya menggunakan range high low atau kuar - kura kelinci sudah banyak dipakai saat ini di indonesia. Kebanyakan para pengemudi truk masih belum mengetahui tata cara untuk mengoperasikannya. Memang ada resiko akibat kesalahan ketika salah mengoperasikan sistem perseneling seperti ini. Karena hal tersebutlah saya membuat ulasannya kali ini. Artikel kali ini saya buat berdasarkan komentar yang ada di blog truk bercerita. Lho, kok blog? Bukannya situs truk bercerita?. Blog atau situs saya anggap sama saja karena adanya cuma di dunia maya saja. Jadi anda mau menyebut halaman ini blog atau situs terserah anda, yang penting bisa berguna dan menambah wawasan di dunia truk.


Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada pembaca blog truk bercerita yang sudah memberikan komentar. Semua komentar - komentar yang masuk akan disaring terlebih dahulu sebelum saya terbitkan. Seandainya ada pertanyaan dalam konmentar tersebut, saya akan menjawabnya secara langsung pada komentar tersebut apabila sedikit kalimat yang dibutuhkan namun saya akan membuat postingan secara detail apabila jawabannya cukup panjang dan berbelit - belit.


T:Maaf mas sy mau tanya? Kalau mau masukkan gigi mundur atau gigi setengah, posisi saklar hrs dmn ya, High atau low? Terimakasih.

Tongkat Perseneling Hino 500 Saklar

J: Sebelumnya terima kasih atas pertanyaan tersebut. Okay langsung saja. Ketika akan memasukan gigi mundur atau setengah, hal pertama yang perlu diketahui adalah posisi range. Range sendiri adalah sebuah fungsi untuk mengatur ruang atau mengatur tempat untuk gigi perseneling. Jadi faktor utamanya adalah range itu sendiri. Kesalahan pada posisi range dapat berakibat buruk pada mesin truk tersebut, maka dari itu berhati - hati bila ini masih sebuah pembelajaran untuk anda.

Ketika ingin memasukan gigi mundur atau setengah, maka range yang dibutuhkan adalah range rendah atau biasa di sebut range low atau kura - kura. Untuk truk dengan sistem perseneling saklar, maka terlebih dahulu tuas saklar harus menghadap ke bawah. Varian versi saklar ada 2 yaitu posisi ke atas dan posisi kebawah, artinya adalah saat saklar dalam posisi kebawah artinya range yang sedang di gunakan adalah range rendah. Range rendah ini digambarkan pada indikator spidometer yaitu dengan text "low" (contohnya adalah truk isuzu giga) atau bergambar "kura - kura" (contohnya adalah truk Hino). Gigi perseneling mundur dan setengah tersebut masuk dalam range low atau kura - kura, jadi apabila range sudah masuk pada kondisi tersebut maka anda tinggal memasukan gigi persenelingnya saja tanpa harus mengubah range lagi. Untuk truk besar posisi memasukan gigi perseneling mundur adalah menekan tongkat perseneling kearah pojok kiri mentok lalu dorong ke depan. Sedangkan untuk truk besar ketika memasukan gigi perseneling setengah adalah menekan tongkat perseneling kearah pojok kiri mentok lalu dorong ke belakang. Mungkin seperti itulah solusinya.


Sistem perseneling entah itu tipe saklar atau tipe tampar, penggunaanya masih tetap sama seperti cara diatas hanya saja ada sedikit perbedaan khusus untuk yang menggunakan versi saklar. Untuk memasukan gigi perseneling mundur pada versi saklar ternyata bisa dilakukan pada range apapun (range kura - kura, low atau range kelinci, high) namun karena range yang berbeda tersebut maka tenaga yang diperoleh juga berbeda. Ketika posisi truk sedang mundur pada range kura - kura, suara mesin akan terdengar meraung namun laju truk masih tetap lambat. Berbeda ketika posisi truk sedang mundur pada range kelinci, suara mesin seperti tidak kuat namun laju truk saat mundur sangat cepat. Hal ini sering sekali terjadi pada pengemudi truk - truk lain yaitu setelah mengemudikan truknya dan akan menempatkan truknya kedalam area parkir, mengemudi dari kejauhan sudah pasti saat itu range yang di pakai adalah range kelinci, terlebih dahulu truk tersebut akan maju menata bagian belakang truk untuk mundur, namun karena pengemudi truk juga manusia yang tidak luput dari lupa, tanpa terlebih dahulu mengubah range sebelum memasukan gigi mundur maka hasil yang didapatkan adalah saat mundur truk terasa berat dan lajunya cukup kencang. Hal tersebut bisa terjadi apabila truk dalam kondisi kosong, truk dalam kondisi bermuatan jika keadaannya seperti itu pasti mesin truk akan langsung mati karena tidak kuat untuk menggerakannya. Maka kesimpulannya adalah pada truk - truk yang menggunakan range versi saklar seperti hino 500, mitsubishi ganjo, mitsubishi HD bisa menggunakan persenling mundur dengan range high dan low atau range kura - kura dan kelinci. Sekian dulu semoga bermanfaat. Apabila ada yang perlu ditanyakan silahkan berkomentar dikolom komentar yang sudah disediakan.

Cara Berkendara Dari Mobil Kecil Ke Truk Besar Yang Harus Di Ketahui

Postingan ini saya buat berdasarkan komentar yang ada di blog ini. Karena sudah lebih dari 50 postingan, jadi saya sendiri lupa komentar ini berasal dari posting yang mana. Kok bisa tau? Lihat dari mana? Saya lihat langsung dari kolom komentar administator blogger, semua komentar seperti yang baru masuk, di terbitkan, belum dibaca dan juga spam pasti muncul disitu. Setiap komentar yang masuk pasti saya baca terlebih dahulu apakah layak atau tidak untuk di terbitkan tidak terkecuali spam, komentar spam pun akan saya terbitkan jika masih berhubungan dengan tema blog ini yaitu otomotive. Ada sedikit bingung sih sebenarnya. Bukan tentang penjelasan yang akan ditulis, melainkan tentang judul artikel ini sebelumnya.


truk

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada pembaca blog truk bercerita yang sudah berkomentar. Sebelumnya juga saya pernah menulis soal komentar pembaca yang akan saya buat postingan. Jadi bila ada yang ingin di tanyakan bisa langsung menulisnya di kolom komentar di bagian bawah.


Postingan kali ini berasal dari komentar salah satu pengunjung blog truk bercerita. Maaf, ID di rahasiakan.

T: Saya sangat ingin mengendarai super truck tapi tidak tau harus mulai dari mana soalnya saya cuma bisa mobil kecil, tolong kasih petunjuk.

J: Terima kasih sebelumnya sudah berkomentar. Bagaimana awalnya cara mengemudikan truk yang sebelumnya hanya bisa mengemudikan mobil kecil (mobil station/pick up)?. Sebenarnya jika sudah mahir dimobil kecil pasti bisa mengemudikan sebuah truk hanya dengan beberapa kali praktik atau latihan beberapa hari saja bahkan 1 hari latihan pasti bisa mengemudikan sebuah truk. Apa yang wajib di ketahui?. beberapa hal - hal baru untuk mengendari sebuah truk yang wajib diketahui adalah sebagai berikut:


1. Lebar kendaraan atau lebar truk.
Lebar sebuah truk selisihnya sangat besar lho dibandingkan lebar mobil kecil jika di ukur dengan skala saat berjalan di jalan raya. Kalau diukur pakai meteran ya kecil paling tidak sampai 1 meter selisihnya. Saat mengemudikan mobil kecil, sang pengemudi bisa bebas melihat posisi kendaraan yang berada dikanan dan kiri mobilnya, namun saat membawa truk besar pasti sulit untuk melihat kondisi kanan kiri dan yang paling sulit pada sebelah kiri karena kondisi kemudi truk berada diatas kendaraan kecil seperti motor dan mobil kecil. Jika di tengok sekilas sudah pasti tidak terlihat posisinya. Maka dari itu agar pengemudi truk bisa melihat kondisi kendaraan yang berada kirinya, pengemudi truk bisa melihatnya melalui kaca spion truk sebelah kiri bagian samping dan bagian bawah. Jika sudah di ketahui posisi kendaraan yang ada disamping, baru anda bisa menerka (feeling) posisi kendaraan tersebut yang sebenarnya. Hal ini merupakan antisipasi agar anda yang notabene baru saja beralih dari mobil kecil ke truk besar terhindar dari kecelakaan seperti menabrak kendaraan disamping kiri anda, menyerempet kendaraan disamping kiri anda, trotoar, dan lain sebagainya.


Ketika mengemudikan mobil kecil seperti contoh ketika dijalan tol, jarak kendaraan seperti mobil atau truk yang berada disamping mobil anda akan terlihat sangat jauh ketika sejajar. Namun akan sangat berbeda ketika mengemudikan sebuah truk besar pada posisi akan mendahului 2 buah truk yang berada dikanan dan kiri anda, jika ini kali pertama feeling atau perkiraan anda pasti akan menabrak bagian belakang truk. Bisa dipastikan jika menghindar sedikit ke kanan, truk sebelah kanan akan tertabrak dari belakang. Jika menghindar sedikit kekiri, truk sebelah kiri akan tertabrak dari belakang. Selain itu kepanikan akan terjadi ketika menyeimbangkan kemudi. Kepanikan tidak membuat mengemudi anda menjadi lebih baik, justru jalan truk yang anda bawa lebih menghawatirkan karena speling kemudi truk sedikit lebih banyak daripada mobil kecil. Oleh karena itu lebar kendaraan saya prioritaskan menjadi yang pertama. Di jalan raya umum atau jalan tol, percaya atau tidak ketika sebuah truk akan mendahului truk lain, jarak pada samping truk saat berjajar tidak lebih dari 1 meter pada jalan raya umum. Jika didalam jalan tol, ketika truk akan mendahului truk lain yang berada di lajur kanan dan lajur kiri, ketika sejajar tidak lebih dari setengah meter bahkan untuk kaca spoin pasti nyaris kena (dalam kondisi masih didalam marka atau garis jalan). Bila anda tidak percaya, silahkan lewati jalur tol tanjung perak - mojokerto saat jam kerja, hal ini merupakan pengalaman saya sendiri karena jam - jam tersebut merupakan aktifitas terpadat.


Biasanya jika pertama kali melihat lebar truk dari luar, anda hanya melihat lebar kepala truk saja. Bila seperti itu saya menganggapnya salah. Bagaimana yang benar? Ketika ingin mempelajari lebar sebuah truk, jangan hanya terfokus dari lebar kepala truk saja, melainkan di mulai dari posisi kaca spion kanan sampai kaca spion kiri truk tersebut. Jika terfokus hanya pada kepala truk saja, bisa - bisa nanti akan kesulitan saat mendahului truk - truk lain karena tidak kepikiran kaca spion. Letak kaca spion pada truk lebih keluar kesamping daripada bak truk, hal ini perlu diketahui.


2. Panjang Truk.
Saya setiap hari pasti melihat mobil kecil lalu lalang, cuma berapa ya panjang mobil kecil? Soalnya tidak pernah saya ukuri. Perkiraan saya sekitar 2 sampai 3 meteran mungkin. Ukuran panjang seperti mobil kecil tersebut membuatnya lincah salip kiri, salip kanan, salip atas, salip bawah. Hanya cukup sedikit mendahului saja bisa langsung tekuk stir ke arah yang di inginkan, sangat mudah bukan?!. Tapi bagaimana bila yang anda kemudikan memiliki panjang 7 meter, 9 meter bahkan sampai 14 meter? Tekuk stir langsung berangkat deh...


Setelah memahami lebar kendaraan, anda wajib memahami panjang kendaraan yang akan dikemudikan. Oleh sebab itu saya masukkan ke urutan yang kedua. Pemahaman panjang sebuah truk bisa sedikit lebih lama daripada pemahaman lebar truk. Biasanya seperti yang saya tulis diatas yaitu panjang truk adalah ketika selesai mendahului dan beralih lajur maka kondisi belakang truk harus sudah kosong (tidak ada kendaraan lain di samping atau lajur yang akan digunskan). Memang bisa dilakukan ketika kendaraan yang sudah anda dahului tadi sudah sangat jauh dari pandangan kaca spion meskipun belum bisa memahami panjang truk sendiri, tapi kalau darurat seperti tiba - tiba ban bocor?, ingin buang air?, ada teman yang mau numpang? Eng ing eng...jelas merepotkan bukan. Oleh sebab itu pemahaman panjang truk perlu dan wajib diketahui.


Diatas merupakan kondisi maju, lalu bagaimana jika kondisi mundur sedangkan panjang truk tidak paham? Misalnya didalam area pabrik truk anda waktunya bongkar muatan lalu disuruh mundur sedangkan untuk mengira - ngira panjang truk yang anda kemudikan masih bingung, tidak masalah bila ada yang memberi aba - aba tapi kalau tidak ada bagaimana? Jalan satu - satunya adalah memundurkan truk sambil membuka pintu dan melihat kebelakang. Jika seperti ini berarti anda sudah ketahuan tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) atau SIM hasil calo. Karena saat pengujian pembuatan SIM, mundur dengan menengok kebelakang atau mengeluarkan anggota badan dengan tujuan mengetahui posisi belakang kendaraan dilarang dan tidak lulus.


3. Sistem Perseneling.
Sistem perseneling untuk truk besar saat ini sangat berbeda dengan mobil kecil. Mobil kecil biasanya memakai sistem perseneling manual (masuk maju mundur) dan perseneling matic. Sebelumnya ada persamaan sistem perseneling yang digunakan truk - truk besar yaitu perseneling manual (masuk maju mundur) atau bisa disebut sistem perseneling standard. Namun saat ini produsen truk - truk besar sudah memakai versi baru untuk sistem perseneling pada produknya. Contohnya pada Hino versi TI dan Hino 500 yang bisa di bilang standard lagi. Sistem perseneling pada truk Hino saat ini sudah menggunakan versi tampar dan versi saklar. Versi tampar memiliki total perseneling sebanyak 10 gigi perseneling di mulai dari mundur, setengah, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan terakhir 8 (top speed). Untuk versi saklar memiliki total perseneling sebanyak 10 gigi (menurut banyak pengemudi truk, versi ini memiliki total 11 gigi) perseneling di mulai dari mundur pelan, mundur cepat, setengah, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan terakhir 8 (top speed). Anggapan ini menurut saya sendiri memang benar bahwa hino 500 memiliki 11 gigi perseneling. Jadi jika anda ingin menjalankan sebuah truk, terlebih dahulu ketahui bagaimana model sistem persenelingnya karena sudah jarang sekali produsen truk mengeluarkan model perseneling standard untuk truk - truk dengan kelas berat. Namun jangan khawatir, sistem perseneling standard untuk truk masih digunakan hanya saja dikhususkan untuk kelas biasa.


4. Kecepatan.
Berbeda sekali kecepatan ketika mengemudikan mobil kecil dengan truk besar. Mobil - mobil kecil meskipun memiliki gigi perseneling sedikit (contohnya maksimal 5 gigi perseneling maju + 1 mundur) jika di adu dengan sebuah truk sudah pasti lebih unggul untuk mobil kecil. Untuk truk besar, meskipun memiliki banyak gigi perseneling tetap saja tidak bisa di unggulkan sebab truk besar tidak dirancang untuk melaju cepat. Truk- truk besar biasanya memiliki rancangan yang lebih diutamakan seperti tenaga untuk beban. Selain itu, truk - truk besar saat ini sudah menggunakan bahan bakar solar sebagai bahan bakar utama, maka akan sangat terlihat sekali laju yang lamban dibandingkan dengan mobil kecil yang rata - rata berbahan bakar premium.


Mobil kecil kan ada juga yang berbahan bakar solar dan bisa lari cepat? Jika pertanyaannya soal bahan bakar yang sama, maka jawabannya adalah mengenai ukuran kendaraan yang bersangkutan dan ukuran rangkaian gigi rasio itu sendiri. Masih bingung? sebelumnya saya pernah menulis artikel tentang sistem gigi rasio pada truk, silahkan di cari ya. Jika anda berada dijalan dan melihat beberapa truk besar, mungkin anggapan anda itu hanya sama - sama truk besar. Namun sebenarnya truk - truk besar memiliki bagian - bagian tersendiri pada roda belakangnya. Pada truk besar, ada 2 versi + 1 versi untuk bagian belakang rodanya. Kenapa saya menulisnya seperti itu? Kenapa tidak ditulis 3 versi? Karena versi terakhir masih masuk dalam versi yang pertama dengan urutan ke dua. Pertama yaitu versi engkel (ada yang menyebut truk engkel). Truk engkel yaitu truk yang hanya memiliki 1 roda belakang kanan dan kiri. Bisa di samakan dengan mobil kecil yang hanya memiliki 1 roda belakang kanan kiri. Versi yang kedua yaitu 2 roda belakang kanan dan kiri (bisa disebut truk tronton). Dan 1 versi lainnya yaitu 2 roda belakang dikanan dan kiri. Lho, versi ini kan sama? Memang versi ini sama seperti versi sebelumnya, tapi karena ini menyangkut kecepatan maka saya tambahkan versi ini. Lalu apa yang membuatnya berbeda? Yang membuat berbeda ada penggerak rodanya. Lho, bukannya penggeraknya hanya satu di bagian depan? Maka dari itu saya buat varian versinya. Pada truk besar terdapat 2 versi untuk penggerak roda belakang. Kita kembali ke 2 versi + 1 versi untuk mengetahuinya. Untuk versi ke 1 yaitu 1 roda belakang kanan kiri, sudah pasti jelas untuk penggeraknya menggunakan 1 penggerak saja ( biasanya disebut stick join). Penggerak roda tunggal ini mampu melajukan truk dengan cepat dan juga hal positif lainnya bahan bakar lebih irit. Bisa melaju cepat dan irit? Siapa yang tidak ingin mempunyai truk seperti itu, semua pasti menginginkannya. Negatifnya adalah truk - truk seperti ini biasanya tidak memiliki banyak gigi perseneling dan lebih mengutamakan jalanan umum seperti jalan raya atau jalan tol. Bagaimana dengan beban muatan? Truk yang tergolong seperti ini tidak diwajibkan memikul beban yang berat karena beresiko. Jadi tergolong truk dengan beban yang ringan. Apa alasannya dilarang untuk beban berat? saya buat contoh: ketika seorang pemain sepak bola cidera ditandu oleh dua orang depan dan belakang, pasti kedua penandu tersebut mampu mengangkat dan membawanya ke tepi lapangan, tapi mampukah kedua penandu tersebut membawa sekaligus 5 orang dalam satu tandu? Anda tentu bisa menebaknya sendiri.


Versi yang ke - 2 adalah 2 roda belakang kanan dan kiri. Ini adalah versi tengah - tengah. Bila tebakan anda adalah 2 buah penggerak, maka jawaban anda benar namun bisa juga salah. Kok salah? Salah disini saya artikan bahwa versi ini ada yang menggunakan 2 buah penggerak dan ada juga yang menggunakan 1 penggerak. Jadi karena masih ditengah - tengah maka saya anggap jawaban yang menggunakan 2 penggerak adalah salah. Penjelasannya adalah pada versi 2 roda belakang 1 buah penggerak umumnya digunakan untuk mengangkut beban yang berat yang juga mengutamakan kecepatan. Versi ini bisa disamakan dengan versi sebelumnya hanya saja yang sebelumnya dilarang untuk beban berat. Untuk bahan bakar juga masih irit tergantung berapa berat beban yang dibawa. Semakin berat maka jelas semakin boros. Untuk hal negatifnya juga masih tergolong sama seperti versi sebelumnya.


Terakhir yaitu versi 2 roda belakang dengan 2 penggerak. Versi seperti ini biasanya di gunakan untuk medan yang cukup berat seperti di pertambangan, lokasi urug, lokasi yang gampang ambles, bisa dibilang yang cukup extrime. Versi seperti ini pada dasarnya memang untuk sangat lamban soal kecepatan namun sangat mampu melaju meskipun tidak secepat 2 versi sebelumnya. Truk yang saya kemudikan juga memakai versi ini karena selalu membawa beban yang berat dan sering berjalan di medan extrime. Selain itu kebanyak versi ini juga dipakai untuk truk - truk trailer karena beban pada trailer kebanyakan beban berat. Jika dibandingkan pada bahan bakar, versi ini jauh lebih boros, lajunya juga lebih lambat karena versi ini hanya fokus pada beban berat. Rata - rata beban berat yang di angkut adalah 30 ton ke atas jadi sudah pasti mampu membawanya tanpa takut tidak kuat jalan meskipun medannya extrime. Hanya saja saat berjalan sudah pasti seperti kura - kura karena versi seperti ini hanya mengutamakan beban berat dan tenaga saja. Apa bisa melaju cepat saat muatan? Untuk laju cepat sudah pasti bisa hanya saja resiko pada ban meledak jadi lebih tinggi karena beban muatan yang berat.


Begini, soal gigi rasio bisa dirumuskan yaitu semakin banyak gigi rasio (bisa di bilang gigi perseneling), maka sudah pasti selisih antar gigi tersebut semakin sedikit. Berbeda dengan semakin sedikit gigi rasio maka selisih antar gigi semakin besar, karena selisih yang besar maka kemampuan untuk laju kendaraan semakin cepat jika rpm kondisi tinggi. Namun selisih rasio yang besar jika kecepatan menurun, dapat membuat mesin tersendat - sendat seperti mau mati bila tidak dikurangi gigi persenelingnya ke yang lebih kecil. Selisih rasio yang cukup besar memiliki pengaruh besar terhadap kecepatan atau laju kendaraan tersebut. Contohnya seperti ini, ketika kita jalan dengan kecepatan 60km/jam pada gigi perseneling 4, ketika ditambahkan ke gigi 5 atau top speed, maka kecepatan akan naik secara kontan hingga 100km/jam bahkan lebih hingga 120km/jam. Namun untuk truk besar, ketika kita jalan dengan kecepatan 50km/jam pada gigi perseneling 7, ketika ditambahkan ke gigi 8 atau top speed, maka kecepatan akan naik secara kontan hingga 80km/jam bahkan lebih hingga 90km/jam. Perlu diketahui, kecepatan 100km/jam untuk truk besar itu sudah sangat super sekali dan juga sangat memaksa sekali (ngeden). Kenapa seperti itu? Jika di tanya lagi, maka jawabannya kembali ke fungsi utama dan juga rasionya tersebut.


Mungkin sampai disini dulu postingan kali ini. Jika ingin ditambahkan silahkan berkomentar diposting ini. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Pemakaian Velg Quester Pada Hino 500

Tidak terasa artikel ini adalah artikel yang ke - 51 yang sudah saya buat. Semoga apa saja yang saya tulis bisa memberikan wawasan bagi pengguna blog ini. Pada artikel ini saya juga menyampaikan bahwa blog Truk Punya Cerita tidak lagi upgrade ke domain mandiri. Jadi ketika masa aktif domain ini berakhir, truk bercerita akan kembali ke alamat URL subdomain dimana ini adalah alamat awal pertama blog ini di buat yaitu https://trukpunyacerita.blogspot.com. Khusus untuk blog ini adminnya adalah saya sendiri, Heri Kristiawan atau kalau di facebook biasa dikenal dengan nama Herry New Gazzette. Mohon dimaklumi karena untuk membuat artikel di blog tidak semudah membuat video, jadi ketika saya ajak teman - teman sesama pengemudi untuk gabung di blog ini semuanya menjawab termasuk dengan tanda tangan dan stempel sah bahwa mereka menolak karena ribet, tidak mengerti, tidak nyambung, tidak tahu caranya, tidak ada waktu, scripnya gak nyampek dan lain - lain (banyak deh). Jadi sudah pasti saya seorang diri yang jadi admin di blog ini.



Sebenarnya bagi pengguna blog truk bercerita, saat ini (mungkin, sebenarnya sudah lama). Truk Bercerita juga menambahkan fitur - fitur lainnya sebagai penunjang blog ini, fitur tersebut yang pertama adalah Fanspage yang ada di facebook. Nama Fanspagenya masih sama yaitu Truk Bercerita, sama seperti nama blog ini. Selain fanspage, masih ada fitur lainnya yaitu fitur video yang ada di youtube. Nama channel yang ada di youtube juga masih sama dengan blog ini yaitu Truk Bercerita. Jadi bila berkenan, silahkan add fanspage truk bercerita dan subscribe channelnya Truk Bercerita. Waduh, tidak terasa info internal soal truk bercerita panjang juga, jadi belok dari judul, kalau begitu kita lanjut ke topiknya.

Dulu ya, dulu velg yang dipakai pada sebuah truk yang notabene truk besar memiliki lubang untuk baut roda sebanyak delapan buah (8 baut roda). Maksudnya adalah untuk truk - truk asia (produksi jepang), kalau untuk versi eropa baut roda yang digunakan sudah memiliki 10 buah baut roda. Ini kan dulu. Balik ke versi baut roda 8 buah. Umumnya, dengan persamaan seperti itu, penggantian velg bisa juga dipakai untuk truk- truk sejenis meskipun bukan milik truk aslinya. Maksudnya adalah velg dengan lubang baut roda yang sama bisa dipakai untuk semua jenis truk dengan kondisi memiliki baut roda dengan jumlah yamg sama. Contohnya adalah ketika sebuah truk hino mengalami ban pecah sedangkan ban cadangan tidak ada, lalu ada sebuah truk isuzu menghampiri dan memiliki ban cadangan, maka sudah pasti ban cadangan milik truk isuzu tersebut bisa dipakai untuk truk hino karena bentuk velg dan jumlah lubang baut roda bisa dikatakan sama. Alhasil velg tersebut bisa dipakai untuk truk hino secara universal. Universal disini dalam artian velg bisa dipakai pada posisi luar ataupun dalam (ban double). Namun ini kan dulu, sekarang ada lho truk - truk yang memiliki perbedaan pada produksi velg yang dipakai untuk truk - truk mereka. Memang ada ya perbedaannya?. Memang tidak terlalu mencolok dan bisa dikatakan masih bisa dipakai untuk truk lain, tapi hanya pada bagian tertentu saja penggunaanya. Memang tidak harus dilakukan tapi hal ini bisa jadi pertimbangan dan dapat dilakukan apabila dalam kondisi terdesak.


Namun, meskipun sekarang produsen truk - truk besar di indonesia khususnya dari jepang saat ini sudah menggunakan velg dengan baut roda 10 buah, ada sedikit perbedaanya, hal ini saya ketahui sendiri ketika melihat truk teman saya. Pada waktu itu kejadiaanya memang tidak sengaja sebenarnya karena posisi truk teman saya tepat berada di depan saya saat berada di warung makan. Ketika ngobrol asik sambil melihat lihat truk teman saya tersebut, pandangan saya berhenti tepat pada bagian velg truk tersebut karena ada sedikit keanehan. Truk yang dibawa teman saya adalah truk Hino 500, tapi velg yang dipakai sepertinya bukan velg Hino 500, hal ini tentu saja sangat janggal buat saya. Kalau di ingat - ingat, menurut saya velg yang dipakai ini adalah velg milik Nissan Quester (UD) karena warna serta bentuknya cukup berbeda dari Velg asli bawaan truk Hino 500.


Dari pada lama - lama berfikir sendiri, saya lalu bertanya kepada teman saya tentang velg tersebut bahwa velg itu kepunyaan Nissan Quester (UD). Teman saya mengiyakan bahwa velg tersebut memang milik Nissan Quester yang dimana dia pinjam karena sebelumnya mengalami ban bocor sedangkan ban cadangan yang dibawanya ternyata bocor terlebih dahulu. Dengan informasi tersebut saya menyimpulkan bahwa ternyata velg dari truk Nisaan Quester (UD) masih bisa dipakai untuk Hino 500 karena memiliki lubang baut roda yang sama. Lalu saya bilang pada teman saya kalau ternyata setiap velg dengan lubang baut roda yang sama bisa dipakai secara universal di setiap truk, sama seperti dulu. Tapi, teman saya menjawabnya dengan jawaban sedikit berbeda. Katanya memang velg milik Nissan Quester (UD) saat ini masih bisa digunakan untuk truk Hino 500, tapi hanya untuk bagian luarnya saja (Ban Double), kalau untuk bagian dalam tidak bisa karena ketika dipasang pada bagian dalam velg akan bersenggolan dengan tromol kampas rem, jadi hanya bisa digunakan pada bagian luarnya saja.


Karena penjelasan tersebutlah saya baru tahu untuk yang pertama kalinya bahwa kalau saat ini ada juga perbedaan produksi velg untuk truk besar asal jepang. Kalau sebelumnya baut roda berjumlah 8 buah bisa untuk semua truk, sekarang baut roda dengan jumlah 10 buah sudah tidak bisa dibilang universal untuk semua truk. Mungkin informasi ini bisa menjadi pengetahuan tambahan bagi pengguna blog Truk Punya Cerita tentang velg truk besar saat ini. Mungkin sampai disini dulu informasinya. Semoga bermanfaat dan terima kasih. Silahkan melayangkan komentar apabila ada yang mengganjal di hati.

Proses Dam Truk Memuat Barang Di Pelabuhan Teluk Lamong

Teluk lamong adalah salah satu pelabuhan terbesar yang berada di kota Gresik Jawa Timur Indonesia. Setiap hari Pelabuhan ini Selalu ramai dengan lalu lalang truk-truk yang sedang antri bongkar muat. Kebanyakan lalu-lalang yang terjadi adalah lalu lalang dari truk truk kontainer yang selalu memadati pelabuhan ini. Namun selain itu pelabuhan ini juga digunakan untuk bongkar muat dam truk. Seperti pelabuhan perak jamrud yang berada di Surabaya Jawa Timur, Pelabuhan Teluk lamong Antrian untuk damtruk berada di luar area masuk teluk lamong namun tetap dalam ruang lingkup Pelabuhan Teluk lamong.


Di Pelabuhan Teluk lamong untuk dam truk yang akan melakukan proses muat barang terlebih dahulu harus mendaftar. Setelah itu setiap unit damtruk akan mendapatkan Surat Perintah muat yang terdapat kode di dalamnya. Kode tersebut berupa barcode yang nantinya digunakan untuk masuk sebelum memuat barang. Setelah mendapatkan Surat Perintah muat yang berupa barcode tersebut pertama kali yang dilakukan dump truck adalah masuk ke dalam Pelabuhan Teluk lamong setelah itu barulah Surat Perintah muat yang berupa barcode tadi digunakan pada saat dam truk tersebut menimbang berat kosong truk tersebut. Pada saat menimbang surat barcode tadi ditempelkan pada lampu Ir khusus untuk barcode. Setelah itu damtruk akan mendapatkan sebuah surat Kitir kecil yang menunjukkan berat kosong pada truk tersebut. Barulah dump truk tersebut bisa mengarah ke tempat lokasi dimana lokasi tersebut adalah lokasi untuk memuat barang.


Tidak seperti dulu dimana saat-saat dump truk akan memuat barang, dam truk akan mendatangi kapal yang dituju untuk memuat barang. Namun untuk saat ini dam truk tidak akan mendatangi kapal yang bersangkutan melainkan langsung menuju gudang timbunan barang yang sebelumnya dari kapal tersebut. Barang yang berasal dari kapal tersebut dialihkan menuju gudang-gudang yang sudah disediakan, jadi meskipun hujan proses pemuatan barang untuk dam truk masih bisa dapat dilakukan secara normal tanpa harus terhenti karena hujan. Terdapat dua jenis pemuatan barang yang dilakukan di Pelabuhan Teluk lamong salah satunya antara lain yaitu posisi pemuatan barang di dalam gudang proses ini sangat aman karena terjadinya pemuatan barang di dalam gudang jadi tidak takut lagi akan terjadinya hujan yang dapat menghentikan proses pemuatan barang. Proses seperti ini atau pemuatan barang di dalam gudang dilakukan oleh satu atau dua buah alat berat yang berupa loader. Yang kedua adalah melalui jorongan. Proses yang kedua ini mungkin hujan adalah salah satu hambatannya karena proses pembuatan barang melalui jorongan berada di ruangan terbuka jadi bila terjadi hujan maka proses pemuatan barang akan terhenti untuk sementara hingga hujan reda.


Berbeda dengan proses pemuatan barang di dalam gudang yang dimana pada saat loading alat berat tersebut bisa mengisi satu persatu dump truk sudah siap pada posisi pemuatan barang. Namun untuk proses yang berada diluar gudang atau berada tepat di bawah jorongan proses ini bisa langsung 5 buah damtruk muat pada saat yang bersamaan karena terdapat 5 buah jorongan di tempat tersebut.


Setelah proses muat berakhir barulah penerpalan dilakukan di tempat yang sudah disediakan. Selesai penerpalan tersebut pengemudi truk menandatangani surat yang berupa barcode tadi ke pengawas pemuatan barang. Bila sudah selesai barulah pengemudi tersebut bisa membawa truknya ke tempat timbangan. Sama seperti proses masuk pada saat menimbang sebelumnya, pengemudi hanya menempelkan surat barcode tersebut tepat di lampu ir merah. Setelah terdapat bunyi klik pada umumnya barulah nanti pengemudi akan mendapatkan 4 buah surat Kitir kecil tentang berat barang. Setelah itu mengemudi menyerahkan semua surat nya kepada petugas timbangan. Petugas tersebut membuatkan surat baru untuk keluar dari wilayah pemuatan tersebut.


Setelah mendapatkan surat baru pengemudi dam truk barulah bisa membawa truk yang bermuatan tersebut ke tempat dimana ia mendapatkan antrian pada saat pendaftaran sebelumnya. Setelah sampai di tempat pendaftaran tersebut barulah surat-surat tadi yang sudah didapatkan pada saat proses pemuatan diserahkan kembali ke tempat itu. Surat-surat tersebut akan diproses dan dipisah-pisahkan oleh orang-orang yang bersangkutan di tempat tersebut, pengemudi damtruk akan mendapatkan surat baru, surat baru yang digunakan sebagai surat jalan nantinya. Setelah mendapatkan surat jalan tersebut barulah pengemudi bisa mengantarkan barang yang sudah dimuatnya ke tempat tujuan. Sampai di sini dulu dan semoga bermanfaat.

Proses Bongkar Muat Beras Bulog Oleh Dump Truk

Salah satu kegiatan bongkar muat dipelabuhan tanjung perak selain makanan ternak, ada juga yang berupa kebutuhan pokok sehari - hari kita yaitu beras. Namun kegiatan bongkar muat beras ini sangat jarang sekali dilakukan dan pada dasarnya bongkar muat jenis ini tidak termasuk bagian dari bongkar muat untuk dump truk. Dump truk hanya dipakai untuk membantu saja agar proses bongkar muat lebih cepat. Proses bongkar muat beras seperti ini cukup memakan waktu yang lama, maka dari itu banyak pengemudi dump truk yang merasa gelisah karena hal ini. Proses antian yang bisa berhari - hari ini membuat banyak dump truk beralih ke bongkar muat yang lain yang lebih cepat seperti makanan ternak misalnya.


Bongkar muat beras yang sebelumnya pernah dilakukan akan dibawa ke gudang - gudang milik bulog. Dari pelabuhan perak surabaya, beras - beras tersebut akan dikirim ke beberapa wilayah gudang bulog di jawa timur. Biasanya untuk pengiriman yang cukup jauh hanya menggunakan truk yang bermuatan lebih banyak seperti truk gandeng, truk bak tronton yang notabene bisa memuat lebih banyak karung beras dari pada dump truk pada umumnya. Jika area yang tercakup adalah seluruh jawa timur, maka bisa dipastikan bahwa dump truk akan mendapatkan kiriman dengan jarak yang terhitung dekat.


Tidak seperti truk - truk jenis gandeng ataupun truk bak tronton panjang yang bisa mengangkut hingga 800 sak beras dengan berat persaknya 50kilogram, dump truk dengan bak standart hanya mampu menampung sekitar 500 sak dan itupun sudah melebihi batas tinggi bak pada dump truk. Jadi karena hal tersebut dump truk hanya dapat mengirim beras - beras tersebut ke daerah - daerah yang terdekat saja seperti sidoarjo dan pasuruan karena keterbatasan muatan. Untuk jarak yang lebih jauh akan di kirim oleh truk - truk yang bisa memuat lebih banyak. Aturan - aturan tersebut diberlakukan dengan dasar kerja cepat dump truk. Bagaimana proses bongkar muat beras ini?


Sebelumnya beras - beras tersebut didatangkan dari luar negeri dan diangkut dengan kapal. Setelah bersandar ke pelabuhan, beras - beras tersebut di pindahkan dari palka kapal ke bak truk dengan alat bawaan kapal yaitu crane. Tidak seperti crane yang ada di pelabuhan yang bisa bergerak cepat, crane bawaan kapal cukup menyita waktu dalam proses loading beras tersebut. Sebuah dump truk bisa menyelesaikan loading untuk 500 karung beras sekitar 30 menit. Hal ini tentu saja menyita waktu. Berbeda jauh seperti saat loading jagung atau makanan ternak yang hanya membutuhkan waktu rata - rata 5 menit saja.


Pada saat bongkar di lokasi sedikit berbeda. Proses bongkar cukup mudah dan cepat, namun untuk dump truk saja dan untuk yang lain masih tetap sama (masih menyita waktu). Penataan bongkar beras masih tetap menggunakan kuli panggul namun ketika mulai proses bongkar, kuli panggul tersebut hanya mengambil karung - karung yang ada di dekat pintu bak truk, setelah ditata rapi di bawah bak truk, truk (dump truk) tersebut tinggal mengangkat baknya saja hingga semua beras - beras tersebut keluar dari dalam bak truk. Karung - karung beras yang sebelumnya sudah di tata rapi dibawah bak truk adalah sebagai alas agar sisa karungan beras dari dalam bak truk pada saat bak jumping tidak rusak saat jatuh ke bawah. Setelah semuanya sudah turun atau bak truk sudah kosong, truk tersebut bisa keluar dari lokasi bongkar tersebut. Usai mengeluarkan truk dari lokasi bongkar, pengemudi dump truk tersebut hanya tinggal menunggu penghitungan sampai selesai.

Cara Pengoperasian Perseneling 10 Speed Truk Isuzu Giga Lengkap

Cara Pengoperasian Perseneling 10 Speed Pada Truk Isuzu Giga adalah judul yang saya buat untuk posting kali ini. Perseneling dengan kecepatan 10 speed tidak hanya truk isuzu giga saja yang menggunakannya saat ini, ada juga yang lainnya. Salah satunya adalah truk hino. Bagaimana cara pengoperasiannya silahkan baca di posting yang telah saya buat sebelumnya di Sistem Pengoperasian Perseneling Pada Truk Hino 500 dan juga Cara Pengoperasian Perseneling Truk Hino 500 Lengkap. Kedua posting tersebut merupakan posting tentang truk hino 10 speed, sama seperti yang akan saya bahas kali ini.


Pada truk Isuzu Giga yang umumnya berwarna putih bilamana dikhususkan untuk angkutan lebih berat dan juga yang memiliki dua gardan, biasanya menggunakan gigi perseneling 10 speed. Truk dengan sistem perseneling 10 speed ini (Isuzu Giga) sebelumnya saya telah mengemudikannya sebelum berganti ke Hino 500. 10 speed tersebut antara lain yaitu "R" atau mundur, C, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan top speed yaitu 8. Dilihat secara fisik, tongkat perseneling pada Isuzu Giga ini tidak memiliki tombol atau saklar, jadi terlihat seperti tongkat perseneling biasa.


Jika ini adalah pertama kalinya anda mengemudikan truk ini, tidak perlu terlalu bingung untuk mengoperasikan perseneling pada truk ini. Anggap saja seperti menjalankan truk dengan perseneling biasa. Pada dasarnya perseneling biasa gigi maksimalnya adalah 6 atau 7, tapi untuk truk dengan 10 speed ini, maksimal yang bisa dipakai adalah 4. Lho? Kok bisa begitu? Truk dengan 10 speed memiliki 2 jenis kecepatan maksimal. Kecepatan maksimal ini dikategorikan menjadi kecepatan maksimal gigi rendah dan maksimal gigi tinggi atau maksimal putaran tinggi dan maksimal putaran rendah. Masih bingung?


Gigi maksimal 4 yang pertama biasanya menggunakan icon atau logo kura - kura, tapi pada truk isuzu giga icon yang dipakai adalah huruf "L" yang kepanjangannya adalah LOW artinya rendah. Kecepatan rendah ini di mulai dari C, 1, 2, 3, dan 4. Kecepatan rendah ini umumnya digunakan untuk start tarikan pada truk, truk yang sedang menanjak, dan juga truk yang terjebak dilumpur atau ambles. Kecepatan rendah ini masuk dalam kategori "maksimal putaran tinggi". Sedangkan untuk maksimal gigi tinggi atau maksimal putaran rendah yaitu dimulai dari gigi 5, 6, 7, dan yang terakhir atau top speed adalah 8 dan umumnya menggunakan icon kelinci, namun pada truk isuzu giga icon yang dipakai adalah huruf "H" yang kepanjangannya adalah HIGH artinya tinggi. Biasanya pada posisi ini truk melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi atau bebas dari hambatan - hambatan yang ada atau truk melaju dijalanan yang lapang dan datar.


Truk isuzu giga tidak memiliki asesoris apapun yang menempel pada tongkat persenelingnya berbeda pada Hino 500 atau Mitsubishi ganjo dan Mitsubishi HD yang terdapat saklar tepat dibawah pegangan kepala tongkat persenelingnya. Pada truk seperti Hino dan Mitsubishi tersebut menggunakan saklar sebagai pengatur LOW dan HIGH kecepatan yang dibutuhkan. Namun jika salah menggunakannya dapat berakibat buruk karena salah saat pengoperasiannya. Posisi saklar sering sekali terkena lutut kiri yang menyebabkan posisi saklar dapat berubah tanpa kita sadari, tidak akan bermasalah jika saklar tersebut berubah dari low ke high, tapi dapat menyebabkan masalah serius bila berubah dari high ke low saat posisi kecepatan yang tinggi. Jadi dimohon untuk berhati - hati.


Lalu bagaimana pengoperasian perseneling pada truk isuzu giga 10 speed?. Truk isuzu giga menggunakan sistem pukul ringan ke kiri dan ke kanan untuk mengatur posisi LOW dan HIGHnya. Maka dari itu tongkat persenelingnya tidak memiliki asesoris atau embel - embel apapun. Pengaturan LOW dan HIGH masih dapat berfungsi meskipun posisi mesin dan kunci kontak off karena terhubung langsung, lain halnya dengan hino 500 yang sudah menggunakan sekring. Pengaturan LOW dan HIGH tidak akan berfungsi jika kunci kontak pada posisi off.


pengoperasiannya adalah seperti ini, sebelum menyalakan mesin, usahakan perseneling pada posisi netral terlebih dahulu agar saat start mesin, truk tidak loncat. Setelah itu silahkan nyalakan mesin. Pada saat mesin menyala silahkan cek terlebih dahulu kondisi angin pada spidometer apakah pas dengan ukuran maksimalnya atau tidak, vila belum penuh atau belum maksimal isilah terlebih dahulu angin tersebut karena pengoperasian sistem LOW HIGH menggunakan angin sebagai pendorong utama untuk berpindah. Bila sudah penuh pertama - tama pukul secara ringan atau dorong secara kuat ke sebelah kiri, ingat! Sebelah kiri hingga terdapat bunyi "takkk.." atau bunyi pada bagian mesin dengan sedikit suara angin keluar yang menandakan LOW HIGH berfungsi. Posisi sebelah kiri adalah posisi gigi rendah, untuk mengeceknya silahkan lihat pada control di spidometer tepatnya di icon "L" yang umumnya berwarna oranye. Bila icon L sudah menyala itu berarti posisi perseneling truk tersebut sudah masuk ke gigi rendah, dengan begini anda bisa memasukan gigi antara C, 1, 2, 3, dan 4 untuk berjalan.


Setelah mencapai RPM tinggi pada gigi ke-4 dan ingin menambahkan ke gigi-5, caranya seperti biasa anda menambahkan gigi pada umumnya yaitu dengan menginjak pedal kopling dan memasukan gigi ke-5. Tapi letak gigi ke-5 posisinya seperti gigi ke-1, apa nanti masuk ke gigi ke-1 lagi? Rusak dong?!. Tidak. Pada saat ingin mengganti posisi gigi dari gigi ke-4 ke gigi ke-5, pada saat anda menginjak kopling, pastikan posisi perseneling pada posisi "N" atau netral terlebih dahulu. Jika sudah dalam posisi netral jangan langsung memasukkan ke posisi gigi ke-5, tapi terlebih dahulu pukullah secara ringan atau dorong dengan keras ke arah kanan hingga terdengar lagi bunyi "takkk.." yang di ikuti suara angin mendesis keluar, jika sudah terdapat hal - hal yang disebutkan tadi, silahkan lihat pada spidometer apakah icon "L" tadi sudah mati dan icon "H" yang menyala. Icon "H" yang menyala biasanya berwarna hijau, bila icon h sudah menyala barulah anda bisa medorong tuas perseneling ke gigi 5 yang posisinya sama seperti anda memasukan gigi ke-1. Namun yang perlu diperhatikan adalah pada saat tersebut anda tidak melepas kopling atau anda masih menginjak pedal kopling. Maksudnya adalah pedal kopling harus di injak dimulai dari memukul ringan tongkat perseneling hingga memasukkan gigi ke-5, setelah itu barulah anda bisa melepas pedal kopling tersebut. Bagi anda yang pertama kali melakukannya mungkin dan kebanyakan orang termasuk saya sendiri saat pertama, perpindahan LOW HIGH dari rendah ke tinggi sedikit menyita waktu sampai - sampai truk mau berhenti baru bisa melepas kopling dan baru masuk ke gigi 5, hal ini sebenarnya sah - sah saja karena perlu proses waktu dan beradaptasi saja menurut saya. Setelah masuk ke gigi 5, anda sudah tidak perlu lagi memukul atau mendorong keras lagi, anda bisa menggunakan gigi 5, 6, 7, dan top speed 8 tanpa harus pukul - pukul lagi.


Bagaimana cara mengurangi gigi perseneling?. Banyak faktor untuk mengurangi gigi perseneling, salah satu diantaranya adalah pada saat tanjakan. Pada saat tanjakan dan ketika posisi perseneling masuk pada gigi ke-8, anda tidak perlu pukul - pukul lagi, lakukan pengurangan gigi seperti biasa hingga mentok ke gigi 5. Bila dirasa gigi ke-5 sudah tidak mampu barulah anda injak pedal kopling dan pukul ringan atau dorong keras ke arah kiri, ingat arah kiri anda hingga terdengar lagi bunyi "takkk.." yang di ikuti desis angin, lalu lihat spidometer apakah icon "L" yang menyala. Jika icon "L" sudah menyala maka barulah anda bisa memasukan gigi ke-4 yang posisinya sama seperti anda memasukan gigi ke-8. Hal ini tentu menyita waktu dan bila khawatir gigi ke-4 tidak mampu, maka lakukanlah loncat gigi langsung ke gigi 3 yang posisinya sama seperti anda memasukan gigi ke-7 setelah memasukan gigi perseneling yang dibutuhkan barulah anda bisa melepas kopling.


Penjelasan tentang pukul kanan, pukul kiri tongkat perseneling
Perlu di perhatikan bahwa ketika icon "L" menyala, anda bebas memasukkan gigi mulai dari C, 1, 2, 3, dan 4. Jika ikon "L" tersebut menyala, maka anda tidak perlu khawatir masuk gigi 5, 6, 7, dan 8. Sebaliknya, ketika icon "H" yang menyala maka anda bebas memasukan gigi 5, 6, 7, dan 8 tanpa harus khawatir masuk ke rendah seperti 1, 2, 3, dan 4. Utamakanlah dan pastikanlah untuk mendengar bunyi "takkk.." disertai desisan angin serta lampu indikator icon yang menyala apakah sudah benar. Jika indikator lampu belum menunjukan icon yang di inginkan, ulang lagi hingga icon yang diinginkan menyala pada spidometer. Jika ada pertanyaan silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat.

Inilah Kondisi Dump Truk Yang Pernah Terguling

Mengemudikan sebuah kendaraan memang memiliki resiko, semakin besar kendaraan tersebut maka semakin besar pula resiko yang dapat dirasakan. Semoga bagi anda yang sedang mengemudikan kendaraan terhidar dari resiko kecelakaan dijalan. Amin. Posting kali ini adalah posting sambungan dari sebelumnya yang telah saya buat beberapa bulan yang lalu. Memang sebuah kenangan buruk bagi saya dan keluarga saya pribadi, namun ingatan tersebut masih ada dan daripada disimpan sendiri lebih baik disharing kepada pembaca setia blog "Truk Bercerita". Ini mungkin sebuah kenangan buruk bagi saya yang mengalami, mungkin bagi anda bilamana anda yang mengalami. Namun semua itu merupakan pengalaman hidup yang pasti dijalani setiap umat manusia meskipun tidak satupun dari mereka yang menginginkan terjadinya hal tersebut.


Informasi tentang hal ini awalnya saya tulis dengan judul Kondisi truk pasca kejadian (Terguling) yang menceritakan tentang kejadian dimana dump truk yang biasa saya kemudikan ditabrak oleh sebuah bus dari arah belakang. Pada saat terjadinya kecelakaan tersebut yang sedang mengemudikan dump truk adalah ayah saya sendiri dan pada posisi yang bersamaan saya sedang libur dan berada dirumah saat itu. Akibat dari kecelakaan tersebut, pengemudi (ayah saya) mengalami cidera pada persendian dikakinya karena terjepit didalam truk yang terguling. Pertama kali saya buat posting mengenai hal ini sekitar bulan Januari 2017 yang lalu. Bisa dikatakan awal tahun yang cukup buruk.


Bagaimana kondisi saat truk tersebut terguling saya sendiri kurang tahu. Selang beberapa jam setelah kejadian teman sesama pengemudi sempat berhenti dan melihat - lihat kondisi yang sedang terjadi. Tidak banyak orang yang tahu kejadian ini karena masih berada didalam jalan tol (jalan bebas hambatan). Teman tersebut sempat mengambil gambar foto truk yang terguling ketika berada dilokasi kejadian dan sesegera mugkin diunggah kedalam media sosial saat itu pula agar teman pengemudi yang lain tahu tentang kejadian tersebut. Kondisi truk terguling tersebut masih dalam keadaan bermuatan yang akan dibawa dari pelabuhan tanjung perak ke krian, namun pada saat dijembatan jalan tol gunung sari truk tersebut terguling akibat ditabrak dari belakang dan hampir saja jatuh ke jurang.



Foto by: Maniax Chael

Foto ini merupakan kenang - kenangan dimana truk tersebut terguling dan hampir jatuh kebawah karena posisinya tepat setelah melewati jembatan tol gunung sari. Saya masih bersyukur karena truk tidak sampai jatuh kebawah karena tertahan oleh pohon kecil tepat dimuka truk. Foto ini saya ambil dari sosial media salah satu teman pengemudi yang saat itu sempat mengambil gambar di lokasi kejadian. Terdapat tiga buah foto namun saya hanya mengambil dua saja, yang pertama sudah saya letakkan diposting sebelumnya.


Seiring berjalannya waktu, saat ini (sampai posting ini diterbitkan) truk tersebut sudah beroperasi kembali seperti sedia kala, namun truk tersebut tidak berada didaerah surabaya melainkan di area pelabuhan Banten jawa barat. Layaknya sebuah dump truk baru, dump truk ini selalu beroperasi seperti pada umumnya.


Inilah wujud dump truk tersebut pada saat ini dan sedang berada di jawa barat. Terlihat menawan dengan hiasan - hiasan menarik pada bagian cabin truk. Foto kondisi terbaru pada truk yang pernah terguling tersebut tidak saya pasang pada artikel sebelumnya, jadi dengan begitu saya sempatkan pasang di postingan ini.