Rangkuman Seputar Hino 500

Artikel kali ini sebenarnya adalah rangkuman dari artikel - artikel yang sudah saya buat sebelumnya mengenai atau apapun itu yang menyangkut tentang truk Hino 500. Sebenarnya sudah banyak penjelasan yang saya tulis pada artikel - artikel sebelumnya, oleh karena itu saya akan merangkumnya disini agar lebih mudah dipahami tanpa harus berkali - kali membuka halaman lain pada blog ini.



Sistem brake (rem) Hino 500

Hino 500 yang biasa saya sebut seperti itu sekarang menggunakan sistem Chamber pada handremnya. Dengan sistem seperti ini otomatis keamanan saat parkir lebih terjaga. Chamber bagi saya adalah suatu sistem penguncian roda agar tidak bergerak ketika parkir atau berhenti untuk sesaat dengan cara menekan kampas rem secara maksimal menggunakan angin yang berasal dari tabung. Secara tidak langsung bisa di artikan sama dengan anda menginjak pedal rem secara maksimal yang bertujuan agar truk tetap di tempat atau tidak bergerak. Kurang lebih seperti itulah pengartiannya menurut saya. Sistem handrem chamber lebih dapat diandalkan pada saat berhenti di jalan menurun atau mendaki meskipun tergolong dalam kategori tajam. Ini merupakan salah satu keunggulan yang diterapkan pada Hino 500. Namun saat ini tidak hanya truk Hino saja yang menggunakan sistem chamber, truk - truk produsen lainnnya juga menerapkan sistem seperti ini demi keamanan yang maksimal.

Artikel lengkapnya bisa di baca pada posting Kekurangan Dan Kelebihan Hino 500 Menurut Saya


Bentuk atau versi tongkat perseneling Hino 500

Bila di lihat, Hino 500 menggunakan beberapa versi pada truknya. Yang pertama versi biasa dan yang kedua versi eaton. Sistem eaton seperti ini pertama kali digunakan pada truk Mitsubhisi Fighter lalu digunakan oleh truk - truk lokal merek lainnya. Memang tidak seperti sistem perseneling standart yang cuma tinggal mendorong maju dan mundur. Sistem saklar jika belum terbiasa memang sedikit merepotkan karena harus menarik saklar terlebih dahulu baru mendorongnya untuk masuk ke gigi yang di inginkan. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada posting saya yaitu Bentuk Tongkat Perseneling Truk Hino 500 versi Saklar


Jumlah Gigi perseneling Pada Hino 500 Versi Saklar dan versi tampar

Hino 500 versi saklar memiliki jumlah perseneling atau gigi perseneling sebanyak 11 (sebelas) buah dan pada versi tampar memiliki jumlah gigi perseneling sebanyak 10 (sepuluh) buah. Apa yang membedakan? Perbedaannya adalah ruang untuk memasukan gigi perseneling. Pada versi tampar ruang yang dimiliki yaitu 2 (dua) ruang berbeda untuk gigi kecil (kura - kura) dan ruang gigi besar (kelinci). Pada ruang kura kura atau gigi kecil memiliki tempat gigi sebanyak 6 tempat gigi perseneling dimulai dari: R, C, 1, 2, 3, dan 4. Sedangkan untuk ruang kelinci atau ruang gigi besar memiliki tempat gigi sebanyak 4 tempat gigi perseneling, maka jumlah total gigi perseneling pada sistem tampar adalah 10 gigi perseneling.

Lain halnya pada sistem saklar, sistem ini memiliki jumlah perseneling 11 (sebelas) atau lebih banyak 1 gigi daripada sistem tampar. Lho kok bisa? Untuk mengetahui secara lengkap tentang hal tersebut silahkan lihat posting saya yaitu Cara Pengoperasian Perseneling Truk Hino 500 Lengkap dan juga Sistem Pengoperasian Perseneling Truk Hino 500


Mungkin sampai disini dulu posting ini saya buat, silahkan baca secara lengkap artikel yang sudah saya buat sebelumnya yang berhubungan dengan Hino 500. Semoga bermanfaat

Apa Maksud Gandar Jalan TOL

Semakin padatnya arus lalu lintas saat ini, itupun tidak hanya di kota - kota besar saja, oleh sebab itulah di realisasikan jalan bebas hambatan atau yang biasa kita kenal dengan sebutan jalan tol. Jalan tol di fungsikan sebagai alternatif untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan yang semakin tahun semakin menumpuk. Tapi saat ini bukan lagi sebagai alterlatif melainkan sebagai jalur utama bagi pengguna jalan yang notabene setiap hari menghadapi macet saat berangkat dan pulang kerja. Selain itu jalan tol merupakan jalan yang bisa di bilang satu - satunya untuk kendaraan seperti truk - truk besar karena pada jalan kota terdapat larangan yang dikhususkan untuk truk pada jam - jam tertentu saat jam kerja kecuali pada saat malam hari.


Menghadapi kepadatan serta macet antara mobil dan motor di jalanan umum membuat banyak pengguna jalan memilih jalur ke jalan tol karena dikhususkan untuk kendaraan ber-roda 4 atau lebih. Jujur saja ketika kita membawa sebuah mobil apalagi truk besar, sangat ribet sekali melaju apabila di kanan kiri depan belakang terdapat pengguna jalan lain yang menggunakan motor, pengguna jalan yang menggunakan mobil atau truk harus sigap lihat motor yang ada di kanan kiri agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, hal ini tentu membuat kita sebagai pengguna jalan yang membawa mobil atau truk tidak bisa tenang dan santai. Jika perjalanan yang harus ditempuh dekat tidak masalah, tapi kalau jauh? Maka dari itu solusinya yaitu menggunakan jalan bebas hambatan atau jalan tol.


Papan Tarif Tol

Menggunakan jalan tol memang tidak gratis seperti kita menggunakan jalan di jalanan umum. Kita wajib membayar dengan tarif sesuai gandar kendaraan kita. Saat ini sistem pembayaran untuk jalan tol sudah tidak lagi menggunakan uang tunai melainkan menggunakan E-Card sebagai langkah untuk mempercepat proses transaksi pembayaran saat memasuki gate atau keluar gate di jalan tol. Jalan tol memiliki tarif tertentu tergantung jenis kendaraan yang di gunakan atau tarif yang dilihat melalui gandar sebuah kendaraan. Semakin banyak gandar kendaraan, maka tarif akan semakin mahal. Bagaimana saya tahu tarif kendaraan saya? Setiap akan masuk gate atau keluar gate pasti terdapat papan atau layar elektronik yang menginformasikan tentang tarif yang akan anda bayar nantinya. Tarif tersebut dihitung pada gandar kendaraan anda. Jadi banyaknya gandar kendaraan anda, maka itulah yang harus anda bayar. Sebenarnya artinya gandar itu apa?


Gandar kalau menurut saya sendiri yaitu baris roda pada kendaraan. Penghitungan gandar terbagi menjadi 5 yaitu:

Kelas 1 dengan 2 gandar. Misalnya anda membawa mobil station atau mobil pribadi seperti sedan contohnya, maka anda masuk kelas 1 pada gandar 2 roda. Kelas 1 merupakan kelas dengan tarif tol paling rendah diantara tarif - tarif yang lain.

Kelas 2 dengan 2 gandar. Berikutnya yaitu kelas 2 namun dengan gandar yang sama yaitu 2 gandar, biasanya tarif ini diberlakukan untuk kendaraan yang sudah dalam kategori angkutan barang atau angkutan orang seperti minibus dan truk sedang yang masih menggunakan 1 roda depan kanan kiri dan 1 roda belakang kanan kiri. (contohnya ELF, CANTER, BUS).

Kelas 3 dengan 3 gandar. Berbeda dengan yang di atas yang merupakan kelas rendah, memasuki kelas 3 dengan 3 gandar
bisa disebut juga sebagai kelas menengah karena pada kelas ini, umumnya kendaraan yang tergolong termasuk kendaraan besar. Bahkan untuk truk seperti elf atau canter bisa masuk dalam kelas ini apabila terdapat penambahan roda belakang yang sebelumnya 1 roda belakang kanan kiri menjadi 2 roda kanan kiri. Truk yang saya kemudikan juga masuk dalam 3 gandar karena memiliki 3 baris roda kanan kiri.

Kelas 4 dengan 4 gandar. Kalau kelas ini sudah pasti di isi oleh truk - truk sejenis trailer dan truk trinton (maksudnya truk yang menggunakan 2 gandar roda depan yang berfungsi sebagai kemudi). Tidak banyak varian truk dalam kelas ini, hanya trailer dan trinton yang saya ketahui. Trailer bisa panjang, bisa juga pendek asalkan pada head trailer dan tempel trailer masing - masing menggunakan 2 gandar yang di bulatkan menjadi 4 gandar.

Kelas 5 dengan 5 gandar. Ini merupakan kelas tertinggi dengan tarif yang paling tinggi karena di dominasi oleh truk trailer panjang.

Sebenarnya adalagi 1 varian yang tergolong paling tinggi namun hanya pada jalan tol tertentu tarif ini dibedakan yaitu Kelas 6 dengan 6 gandar. setahu saya tarif 6 gandar masuk dalam tarif 5 gandar. 6 gandar juga di dominasi oleh truk trailer dengan tractor head 3 roda kanan kiri dan tempel trailer 3 roda kanan kiri.

Semoga bermanfaat.

Bentuk Dan Fungsi Air Suspension

Sering sekali kita melihat bus - bus terutama yang di khususkan untuk pariwisata bertuliskan "Air Suspension" yang terdapat pada kaca samping bus tersebut, bahkan cukup besar hingga hampir memenuhi panjang bus. Namun pengartian tentang fungsi dan bagaimana bentuknya tentang air suspension masih belum di ketahui oleh sebagian besar orang, itupun termasuk beberapa pengguna bus yang bersangkutan.


Air SuspensionKondisi Air Suspension saat mesin hidup

Air Suspension adalah atau merupakan salah satu fungsi yang bisa di bilang baru (sebenarnya sudah lama juga) yang di terapkan pada kendaraan khususnya kendaraan besar seperti truk dan bus. Air suspension atau dalam bahasa indonesianya adalah suspensi udara atau bisa juga di sebut pegas udara. Penggunaan air suspension di sini merupakan sebagai pengganti peer yang biasa di gunakan truk dan bus sebelumnya. Kenapa saya sebut bahwa air suspension di khususkan untuk kendaraan besar? Karena dari kata "air" atau bahasa indonesianya adalah "udara", anda sudah bisa menebak bahwa kendaraan yang yang menggunakan udara sebagai fungsi utama adalah truk dan bus. Jadi karena itulah hanya truk dan bus saja yang menggunakan sistem seperti ini.


Air Suspension Cabin TruckPenggunaan Air Suspension pada cabin truk

Umumnya air suspension di ketahui oleh masyarakat luas hanya di pakai oleh bus - bus saja, jangan salah ya, truk besar juga sudah memakai sistem seperti ini. Truk - truk yang menggunakan sistem air suspension pada umumnya merupakan truk buatan luar negeri, untuk truk produksi lokal saat ini masih belum di terapkan (setahu saya begitu).


Bentuk daripada Air suspension tersebut saya ketahui pada saat masih menjadi kenek dump truk. Pada masa - masa itu penggunaan truk lokal masih belum ramai berkembang seperti saat ini. Salah satu truk yang menggunakan air suspension adalah truk Nissan Diesel Custom. Untuk type saya sendiri kurang paham hanya banyak pengemudi mengatakan sebagai nissan elektrik. Salah satu yang saya ingat adalah truk ini memiliki 1 buah rongga udara pada kap depan. Selain itu sistem pada pedal gas tidak menggunakan kawat seling tapi menggunakan kabel (konstruksinya mirip seperti potensio). Pada saat itu yang saya ketahui posisi atau letak air suspension berada di bawah cabin truk atau bisa dikatakan sebagai penyangga cabin truk. Pertama memang hanya hal tersebut yang saya ketahui, tapi tenyata ada lagi di mana letak air suspension di pergunakan. Selain untuk penyangga cabin truk, air suspension juga di gunakan sebagai pengganti peer roda belakang.

Penggunaan air suspension biasanya ditujukan untuk memberikan kenyamanan pada pengguna ketika berada di jalanan yang berlubang, jalanan tambal sulam atau tidak rata. Selain itu penggunaan air suspension menurut saya lebih nyaman saat berada atau melintas di jalanan yang banyak lubangnya di bandingkan menggunakan peer.


Air Suspension AutoSupplyAutosupply Air Suspension

Bagaimana Sistem Kerja Air Suspension?

Memang jika dilihat sekilas tidak ada perbedaan dengan truk - truk yang menggunakan peer, tapi jika di lihat secara seksama pasti akan terlihat. Umumnya air suspension menggunakan sistem otomatis untuk mengisi angin dan membuang angin, karena sistem inilah maka akan ada gerakan tertentu yang terjadi pada kendaraan yang bersangkutan. Jika anda mengetahuinya untuk pertama kali pasti akan berkata "Lho, Wow, Keren..". Penggunaan air suspension atau tidaknya pada truk atau bus bisa kita ketahui ketika kendaraan tersebut pada posisi ketika mesin dinyalakan dan pada mesin di matikan.

Saat mesin dinyalakan.
Sebelum pengemudi menyalakan mesin kendaraan tersebut, alangkah baiknya apabila anda melihat secara seksama posisi kendaraan tersebut jika ingin mengetahui perubahannya. Umumnya sebelum mesin dinyalakan, kondisi kendaraan tersebut akan terlihat ceper (bingung bahasanya gimana), tapi ketika mesin dinyalakan, kendaraan tersebut lambat laun akan menjadi tinggi dan kondisi ceper tadi akan menghilang.


Air Suspension pengganti peer

Apa Alasannya?
Ketika mesin menyala, secara otomatis angin dalam tabung udara utama akan diisi, setelah kondisi angin dalam tabung utama sudah cukup atau sudah pada batasnya, maka udara dalam tabung penyimpanan tersebut akan segera di salurkan secara otomatis ke ruangan air suspension /pegas udara secara bertahap. Karena bertahap inilah secara perlahan kendaraan akan meninggi sedikit - demi sedikit. Pengisian pada ruang air suspension akan berhenti otomatis apabila kondisi sudah dianggap penuh pada saat kondisi kendaraan dalam keadaan diam atau tidak bergerak. Namun ketika kendaraan tersebut bergerak maka beban akan menjadi signifikan atau naik turun, maka secara otomatis pula air suspension akan segera menstabilkan kebutuhan angin. Udara pada air suspension otomatis akan terus terisi apabila beban berat bertambah seperti melewati jalan berlubang (intinya bergelombang, mirip off road). Sebaliknya, udara pada air suspension akan di kurangi otomatis ketika kondisi kendaraan berjalan di jalan yang rata bahkan hingga 20% dari kondisi diam dengan tujuan agar pengguna kendaraan tersebut merasa lebih nyaman. Ketika pada posisi ini, pengguna akan merasa seperti naik mobil mahal yang tidak merasakan goncangan sama sekali padahal sedang naik truk atau bus.


Pada saat mesin dimatikan, maka rangkaian otomatis pada air suspension akan menjadi off, karena hal tersebut sedikit demi sedikit udara akan di buang dari ruangan air suspension hingga tersisa sedikit. Karena pembuangan udara tersebut, maka kondisi kendaraan akan kembali menjadi ceper. Jika anda berpergian menggunakan bus yang menggunakan air suspension, tidak ada salahnya untuk meluangkan waktu mengintip sedikit apakah benar bus tersebut menggunakan air suspension atau hanya tulisannya saja yang air suspension. Karena saya sendiri sama sekali tidak suka teori, saya lebih memprioritaskan praktik dan pengalaman. Terima kasih semoga bermanfaat

Cara Mengganti Lampu Truk Yang Putus

Lampu pada truk merupakan sesuatu yang wajib ada. Tanpa hal tersebut bisa - bisa sesuatu yang buruk terjadi. Selain itu bisa terkena tindak pelanggaran sebagai pengguna jalan umum. Saat ini jenis - jenis lampu untuk truk sangat banyak dan warnanya pun juga bervariasi. Sebelumnya lampu pada truk hanya menggunakan jenis lampu bohlam biasa, tapi sekarang seiring perkembangan jaman varian lampu semakin bertambah seperti lampu led misalnya.


Untuk truk - truk besar, umumnya menggunakan lampu bertegangan 24V (volt). Ukuran 24 volt adalah yang paling besar dari semua ukuran tegangan. Lampu - lampu yang dipasang pada truk, mobil atau motor pada saat ini meggunakan tegangan listrik yang berasal dari accu. Jadi nyala pada lampu akan tetap stabil meskipun rpm mesin kendaraan berubah - rubah. Jalur untuk kelistrikan lampu biasanya dari accu menuju sekring terlebih dahulu sebelum menuju saklar yang berfungsi menghubungkan tegangan listrik ke lampu tersebut dengan tujuan untuk menghindari konsleting.


Bola Lampu truk dan mobil

Terjadinya konsleting biasanya arus tegangan positif listrik dari accu yang menuju lampu tersebut menempel pada arus tegangan negatif, jadi dengan demikian umumnya akan sebuah percikan listrik berskala kecil. Meskipun kecil percikan yang dihasilkan, dapat melelehkan kabel saluran listrik karena tegangan tersebut yang panas. Agar tidak terjadi konsleting maka digunakanlah sekring sebagai antisipasi terjadinya konsleting. Sekring sendiri berfungsi untuk memutus saluran kelistrikan secara otomatis ketika terjadinya konsleting atau hubungan pendek antara arus positif dan arus negatif.


Ada beberapa ukuran untuk sekring yang fungsinya juga bervariasi. Ukuran serkring biasanya tertulis dalam angka dan sebuah huruf serta warna. Beberapa ukuran yang biasa digunakan untuk truk atau bahkan untuk kendaraan lain secara global antara lain 10A, 15A, 20A, dan tertinggi adalah ukuran 25A. Hal tersebut sudah umum dipakai untuk semua jenis kendaraan. Jadi sampai disini dulu tentang sekring. Artikel tentang sekring yang lebih detail akan saya buat sesegera mungkin.


Kembali ke ulasan judul posting ini yaitu cara mengganti lampu truk yang putus. Bila membaca judul tersebut berarti anda ingin mengganti lampu tersebut atau ingin tahu caranya untuk menggantinya. Pertama adalah melihat secara detail kondisi lampu tersebut. Biasanya lampu truk atau kendaraan yang putus pada kaca bola lampunya terdapat warna hitam pekat. Hal ini disebabkan terjadinya ledakan( bisa jadi konsleting) saat ulirannya terputus. Saat terjadi ledakan tersebut memang tidak membuat suara yang berisik karena tertutup. Berikutnya adalah membuka wadah lampu tersebut. Biasanya dalam hal ini ada beberapa versi yaitu membuka tutup yang berada didepan bohlam dan dibelakang bohlam. Bila tutup yang bisa dibuka adalah bagian depan bohlam, berarti anda butuh sebuah obeng kembang untuk membukanya. Apabila yang bisa dibuka adalah tutup belakang bohlam berarti anda cukup membuka pittingan bohlam tersebut dengan cara diputar searah jarum jam. Selain dengan cara memutar, biasanya juga pada bagian belakang lampu terdapat seperti kawat untuk mengunci rumah pittingan bohlam, bila rumah bohlam kendaraan anda seperti ini, maka cukup membuka kunci kawat tersebut dengan cara ditekan terlebih dahulu dan di arahkan ke sisi kiri anda.


Setelah selesai melepas bola lampu yang putus atau rusak tadi, sekarang anda tinggal mengganti dan memasang dengan yang baru. Perlu diperhatikan, usahakan tegangan volt dan watt pada bola lampu yang baru tersebut sama agar tidak terjadi hal - hal yang tidak di inginkan seperti plastik pada pittingan menjadi leleh akibat panas dari ukuran watt lampu yang terlalu besar (lebih besar dari ukuran aslinya). Bola lampu seketika langsung putus akibat ukuran volt yang lebih kecil (standart untuk truk besar adalah 24V dan untuk mobil kecil serta motor berukuran 12V).


Penggantian bola lampu yang sesuai ukuran aslinya meskipun itu produk yang bisa dikatakan biasa atau barang murah dapat membuat lampu tersebut menyala secara normal namun bila ingin awet silahkan beli dengan kualitas yang lebih atau beli di dealer asli truk tersebut. Bila kelistrikan normal, maka lampu sudah pasti bisa menyala, tapi bila setelah penggantian bola lampu baru masih belum menyala maka permasalahannya terjadi jalur lampu tersebut mulai dari sekring sampai ke lampu. Apabila masalah truk anda adalah masalah seperti ini, maka detailnya bisa anda lihat pada artikel selanjutnya tentang "Cara Mengatasi Arus Pendek Pada Sekring Truk".


Saya akhiri sampai disini, bila ada pertanyaan, saran atau kritik silahkan berkomentar dibawah posting ini. Semoga bermanfaat.

Bagaimana Proses Blog Truk Bercerita Membuat Artikel

Halaman ini dibuat dengan tujuan agar pembaca mengetahui bahwa apapun yang ditulis di sini 100% karya admin truk punya cerita. Pembaca pasti bisa memahami rangkaian kalimat yang ditulis di setiap postingan blog ini sedikit atau bahkan menyimpang dari judul yang dibuat karena kebanyakan hal - hal yang disampaikan berasal dari pengalaman sendiri sebagai pengemudi truk yang sudah pegang kemudi truk lebih dari 15 tahun.


Mohon maaf bila pembukaan kalimatnya tidak jelas maksudnya. Pada umumnya seorang blogger yang berbagi informasi memberikan urutan tentang informasi yang ditulis, tapi itu tidak berlaku untuk saya. Saya akui saya bukanlah seseorang yang pintar menulis. Setiap artikel yang saya buat meskipun pendek akan saya terbitkan. Semua artikel yang saya buat tidak memiliki referensi dari situs - situs lain. Referensi atau sumber artikel yang saya buat dan saya terbitkan seratus persen berasal dan berdasarkan pengalaman saya sendiri sebagai pengemudi truk jomplang.


Truk

Oleh sebab itulah kebanyakan kalimat artikel yang saya buat pasti sedikit banyaknya akan berantakan karena susunan kalimat tersebut berasal dari apa yang saya pikirkan. Biasanya ide untuk membuat artikel muncul ketika santai didalam truk saat antri muat ataupun bongkar bahkan ketika sedang ngobrol. Ide yang terlintas pun tidak akan bertahan lama, maka dari itu saya buat artikelnya dan segera saya terbitkan. Penerbitan artikel dari truk bercerita sendiri saya lakukan dengan segera sebelum proses muat ataupun bongkar barang pada truk saya.


Setiap kalimat yang ada di semua postingan mungkin ada kecocokan antar setiap postingan, tapi bila dicek dengan situs - situs lainnya hasilnya sangat berbeda 100%. Tidak ada sumber referensi tertulis untuk artikel - artikel yang saya buat karena semuanya 100% asli dari pikiran saya sendiri. Sering saya menulis kepada pembaca untuk berkomentar diblog ini apabila ada yang perlu ditanyakan. Pernyataan tersebut selalu saya buat karena saya mempunyai pengalaman di dunia truk yang bisa dibagi kepada yang membutuhkan, bukan pengalaman tentang mencontek dari situs lain. Selain membuat artikel, saya juga sering membuat video dari keseharian bekerja yang saya bagikan di youtube. Video tersebut bukan karena ingin terkenal atau semacamnya tapi hanya ingin berbagi pengalaman saja.


Bagaimana Truk Punya Cerita Membuat Artikel?

Biasanya ketika sebuah ide muncul (kebanyakan muncul saat antri muat dan bongkar barang), saya menyempatkan waktu untuk menulis di hp saya. Penulisan artikel tersebut saya menggunakan aplikasi note dari play store. Satu artikel yang saya buat biasanya memakan waktu setengah sampai 1 setengah jam. Apabila ada sesuatu yang menurut saya kurang meyakinkan pada tulisan saya, maka segera saya turun dari truk dan menanyakannya kepada rekan sesama pengemudi tentang hal tersebut:

  • apakah pernyataan yang saya tulis memang benar adanya atau tidak.



  • apakah jawaban yang saya tulis memang memiliki fakta sebenarnya atau tidak.



  • Dengan hal tersebut, tulisan saya bisa dibuktikan secara benar oleh pengemudi lainnnya yang ahli atau pengetahuannya bisa di ketahui oleh pengemudi yang belum berpengalaman dan bisa dipraktikan.


    Bagaimana Blog Truk Punya Cerita Membuat Codding artikel?

    Setiap saya menulis artikel di catatan saya, awal kalimat saya tambahkan kode yang sangat mudah yaitu kode script untuk meratakan artikel saya saat tampil diblog nanti. Awal sebelum kalimat saya tambahkan kode: p align justify untuk setiap paragraf tulisan saya agar saat tampil diblog nanti susunan katanya menjadi merata (tidak kumpul dikiri atau di tengah.


    Lalu bagaimana dengan gambar yang ada pada setiap postingan? Jujur saja, selain melihat sesuatu secara langsung, sering sekali ide untuk membuat artikel muncul hanya dari foto yang saya ambil melalui hp jadul saya. Gambar yang ada di setiap postingan sebenarnya hanya sebagai penunjang saja, yang penting menurut saya adalah judul dan isi dari artikel tersebut. Bahkan akhir - akhir ini saya sering membuat artikel namun gambar yang saya pasang saya ambil dari pencarian google dan dari foto - foto teman yang ada di facebook. Salah satu artikel yang saya ingat yaitu tentang impact pada tambal ban yang gambar penunjangnya saya ambil dari pencarian google. Sebenarnya saya tidak ingin memasang gambar penunjang, namun efeknya pada tampilan blog tepatnya di artikel terkait jadi sedikit aneh. Maka dari itu saya sisipkan maksimal 2 gambar penunjang di setiap postingan.


    Bagaimana Blog Truk Punya Cerita Membuat Template?

    Mulai dari awal berdirinya blog ini, saya tidak begitu mengerti tentang membuat template blog sendiri karena tidak ada kaitannya dengan pekerjaan saya sebenarnya. Awal mula pembuatan template blog ini saya ambil atau unduh dari situs pembuat template yaitu kompi ajaib (kalau tidak salah) namun hanya beberapa bulan saja saya pakai. Setelah itu saya menggantinya dan mengunduh template dari situsnya Arlina Design. Hingga artikel ini saya buat, saya masih menggunakan template dari arlina design dan sudah lebih dari 4 tahun. Sebenarnya template yang saya pakai kali ini merupakan kali yang ke dua berwarna orange karena template yang swbelumnya saya pakai berwarna biru laut.

    Berapa Kali Blog Truk Punya Cerita Menerbitkan Artikel Dalam Satu Bulan?

    Sebenarnya tidak ada jadwal dan target tertentu truk bercerita menerbitkan artikel perbulannya. Beberapa alasannya yaitu kesibukan sehari - hari saat bekerja dan saat dirumah. Karena alasan tersebut saya tidak pernah menargetkan berapa banyak artikel yang bisa saya buat dalam satu bulan karena ide yang muncul terjadi seketika bahkan tidak ada ide sama sekali hingga beberapa bulan. Lebih buruk lagi yaitu ketika bertepatan dengan habisnya masa aktif domain upgrade saya dan pada saat tersebut blog truk bercerita ini tidak dapat dikunjungi. Ini merupakan pengalaman buruk yang pernah saya alami dulu ketika masih sibuk - sibuknya bekerja. Hal ini saya ketahui setelah 2 bulan kemudian bahwa blog saya nonaktif. Maka dari itu, untuk kedepannya nanti blog truk bercerita tidak mengupgrade domain lagi karena memiliki batasan masa aktif, sebenarnya tidak masalah bila saya bisa aktif diblog, tapi bagaimana bila sedang sibuk hingga berbulan - bulan?. Apabila alamat blog saat ini sudah tidak bisa dipakai, silahkan gunakan alamat subdomainnya di https://trukpunyacerita.blogspot.com/


    Mungkin hanya sebatas ini saja yang bisa saya tulis kali ini. Apabila ada pertanyaan, komentar atau saran silahkan berkomentar dinkolom komentar yang ada bawah. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

    Fungsi Sebenarnya Dari 3 Lampu Hijau Pada Kabin Truk Asal Jepang

    Sebelum truk - truk lokal menjadi populer seperti saat ini, banyak perusahaan dibidang angkutan menggunakan truk bekas asal singapura yang di import ke Indonesia. Truk - truk tersebut merupakan truk bekas yang bermula dari jepang (truk buatan jepang) yang kemudian di gunakan pertama kali di negara - negara seperti singapura lalu di recycle ulang dan dijual kembali di Indonesia. Truk yang berasal dari jepang atau produksi jepang memang memiliki tenaga yang sangat besar dan kapasitas silindernya pun tergolong besar juga.


    Biasanya pada kepala truk terdapat tanda seperti V6, V8, dan V12. Tanda tersebut maksudnya adalah jumlah silinder yang digunakan pada truk tersebut yaitu seperti V6 yang berarti jumlah silinder yang dipakai adalah 6 buah silinder. Bisa dikatakan angka sebelum huruf merupakan jumlah silinder yang digunakan. Selain itu jika membahas soal truk - truk import, ada sedikit perbedaan. Perbedaanya seperti penggunaan shockbreak (spiral) yang terdapat pada kepala truk, peredam suara mesin dan juga penempatan 3 lampu warna hijau tepat diatas kepala truk persis di tengah - tengah.

    Nissan Diesel CW340

    Salah satu yang akan saya bahas adalah 3 lampu warna hijau yang ada diatas kepala truk tersebut. Sebenarnya berfungsi untuk apa lampu tersebut? Apakah hanya sekedar hiasan atau bagaimana?

    Sebenarnya pengadaan 3 lampu diatas kepala truk import tersebut yang umumnya berwarna hijau tersebut merupakan tanda untuk kecepatan truk tersebut. Selain warna hijau, ada juga yang berwarna jeruk atau orange namun warna orange sangat jarang dijumpai. 3 lampu berwarna hijau tersebut dapat menyala bersamaan apabila pengemudi mengaktifkan atau menekan tombol yang ada di dashboard. Umumnya tombol tersebut hanya ditekan oleh pengemudi truk ketika hari sudah mulai gelap atas jam batasan tertentu.


    Sebelumnya saya mengatakan bahwa lampu tersebut adalah tanda untuk kecepatan. Maka dari itu setiap lampu yang menyala dari ke - 3 lampu tersebut memiliki kecepatan tertentu. Hal ini saya ketahui ketika masih dalam proses belajar mengemudikan truk besar dan saat itu truk yang saya kemudikan yaitu NISSAN DIESSEL CW 480 yang merupakan truk import. Truk tersebut memiliki 3 lampu warna hijau diatas kepala truk.


    Ketika menjalankan truk tersebut saat dimulai dari km 0, lampu diatas kepala truk yang berwarna hijau tersebut akan menyala 1 buah saja. Lalu ketika memasuki kecepatan 50km/jam, lampu tersebut menyala menjadi 2 buah dan ketika memasuki kecepatan 70km/jam, ketiga lampu tersebut menyala secara bersamaan. Bagaimana pengemudi bisa mengetahuinya karena lampu tersebut berada di luar dan diatas truk? Sebenarnya 3 lampu tersebut memiliki 3 lampu indikator yang terdapat tepat diatas spidometer pada pengatur kecepatan. Jadi dengan melihat spidometer tersebut, pengemudi pasti mengetahui berapa lampu hijau yang menyala.


    Sebenarnya bagaimana 3 lampu tersebut bekerja?

    Setiap lampu yang menyala memiliki kecepatan tertentu mulai dari kecepatan rendah hingga tinggi. Pertama adalah menyala 1 lampu yang menandakan kecepatan atau laju truk tersebut berkisar antara 0km/jam sampai 40km/jam. Pada kisaran tersebut sebuah lampu hijau akan menyala dan kedua lampu lainnya tetap mati. Kedua adalah menyala 2 lampu yang menandakan kecepatan atau laju truk tersebut berkisar antara 41km/jam sampai 60km/jam. Pada kisaran ini dua lampu hijau tersebut akan menyala dan 1 lampu hijau yang tersisa tetap mati. Ketiga adalah 3 lampu menyala atau semua lampu menyala yang menandakan kecepatan berkisar 61km/jam hingga lebih (bisa sampai mentok).


    Jadi dengan demikian anda akan tahu fungsi sebenarnya dari 3 buah lampu hijau yang ada diatas kepala truk import. Jika anda melihat lampu hijau diatas kepala truk hanya nyala 1 atau 2 buah saja bukan berarti lampu truk tersebut rusak atau putus. Varian seperti ini saat ini masih dipakai pada truk - truk jepang, untuk truk lokal mungkin tidak digunakan hingga saat artikel ini saya buat.

    Apabila anda bukan seorang pengemudi truk, anda akan tahu berapa kecepatan sebuah truk hanya dengan melihat 3 lampu hijau yang ada di atas kepala truk import. Tapi karena saat ini truk - truk yang ada di Indonesia lebih di dominasi oleh truk - truk lokal, maka akan sangat jarang sekali bisa menjumpai truk - truk import karena beberapa alasan seperti harga, konsumsi bahan bakar dan lain sebagainya. Mungkin sampai disini dulu yang bisa saya tulis, semoga menambah wawasan anda dalam dunia truk. Terima kasih.

    Truk Tidak Bisa Start, Angin Tabung Habis, Dan Perseneling Masuk. Bagaimana Menetralkannya?

    Sebenarnya banyak sekali komentar - komentar yang masuk di blog Truk Bercerita tentang permasalahan seputar truk, namun saya tidak bisa membalasnya jika jawaban secara asal - asalan karena bukan hanya pembaca yang berkomentar saja yang membutuhkan jawabannya, pengguna lainnya pun mungkin juga ingin mengetahuinya karena jika kesehariannya bergelut dengan truk, maka informasi seperti ini sudah menjadi kebutuhan penting. Betul?. Salah satu komentar yang masuk yang bisa saya saya jawab seperti pada posting ini atau posting - posting pada kategori "Tanya Jawab" sebelumnya sudah saya terbitkan terlebih dahulu pada posting - posting di mana komentar tersebut ada, maka mulai dari ini, saya akan menjawab komentar tersebut dengan postingan seperti ini namun dengan alamat urlnya saja. Dengan demikian, pembaca yang sebelumnya berkomentar bisa membaca artikel tentang apa yang di tanyakan.


    T: om maaf, buat para senior yg khatam di hono lohan. . saya mau tanya, saat ini posisi truck lohan 260 ti yg saya bawa sedang posisi parkir, dan posisi persneling masuk ke kura 2. . 1 hari full mobil parkir,saat saya mau jalan, angin tabung ternyata kosong, aki pun tidak kuat stater. di karenakan angin kosong pd tabung, gigi persneling jadi gk bisa pindah ke netral. . saya mau nanya, gmn solusi nya ya.?? . please..help me. . makasih sblumnya.

    J: Terima kasih sebelumnya atas komentar yang telah diberikan. Disini solusi yang bisa saya berikan ada 2 versi dan versi tersebut ada yang mudah dan ada yang cukup sulit.


    Versi 1:
    Versi ini adalah versi yang mudah yaitu dengan mengganti aki tersebut. Dengan mengganti aki, otomatis truk kembali kuat untuk start mesin. Apabila kesulitan untuk membeli aki baru, bisa juga meminjam sejenak aki milik teman atau pengemudi lain yang kondisinya sama - sama parkir. Kalau tidak ada untuk pinjam atau tidak bisa membeli yang baru, tidak perlu khawatir, cukup di charge saja ke tempat charge aki terdekat. Setelah itu sudah pasti angin tabung yang kosong akan terisi. Lalu bagaimana cara membuat perseneling menjadi netral karena pada saat tersebut posisi gigi perseneling masuk? Kembali ke pengalaman karena pengalaman adalah guru yang paling berharga dan juga bukan hanya sekedar teori.


    Biasanya, perseneling yang masuk menjadi sulit dinetralkan ketika mesin mati adalah karena kondisinya tertekan oleh tekanan stick join, karena hal ini sama seperti mengambil ganjal yang tertekan oleh ban. Bisa dibayangkan jika sebuah ganjal di ditekan oleh ban, jelas untuk melepaskannya sangat susah sekali. Solusinya adalah dengan menjauhkan ban tersebut dari ganjal tadi yaitu bisa dengan cara memajukan atau memundurkan truk apabila mesin truk bisa di hidupkan dengan normal atau apabila mesin truk tidak mau menyala bisa dengan menggoyang - goyangkan truk tersebut dengan cara di dorong oleh orang.


    Cara tersebut sama dengan solusi dari komentar di atas. Setelah mengganti aki, otomatis mesin bisa start, sebelum menghidupkan mesin ada baiknya apabila terlebih dahulu ban atau roda di ganjal dengan jarak bisa kurang atau bisa lebih 1 meteran pada bagian depan dan belakang ban apabila posisi truk berdekatan dengan truk lain yang sedang parkir. Kenapa harus diganjal dengan jarak tertentu? Karena pada posisi perseneling masuk, sudah pasti saat start truk spontan akan loncat, maka ganjal tersebut digunakan sebagai antisipasi untuk menghentikan gerakan truk karena posisi angin tabung kosong, karena angin tabung kosong maka sudah pasti rem truk tidak akan berfungsi. Setelah persiapannya selesai, pertama - tama hal yang harus dilakukan adalah menghidupkan mesin truk. Ketika memulai start mesin, anda tidak perlu khawatir jikalau mesin akan menyala dan truk berjalan. Mesin hanya berbunyi mengikuti putaran dinamo starter saja dan ketika sudah berbunyi. Secara bersamaan atau saat truk sudah loncat - loncat, dorong tongkat perseneling ke arah netaral. Mendorongnya pun tidak perlu dengan tenaga super, cukup seperti anda mendorong seperti biasanya. Kondisi truk yang tiba - tiba loncat tersebut dapat membuat tekanan yang berada di stick join yang berhubungan dengan ban atau roda akan hilang, setelah tekanan hilang otomatis gigi perseneling bisa berpindah ke posisi netral meskipun kondisi mesin tidak menyala sebelumnya. Setelah berhasil menetralkan gigi perseneling, maka truk bisa dihidupkan secara normal untuk mengisi angin tabung.


    Versi 2:
    Apabila kondisi parkir yang bisa di bilang berada di lapangan atau jauh dari kendaraan atau benda - benda lain. Caranya sedikit berbeda dari versi 1 yaitu dengan cara mendorong truk yang bermasalah tadi dengan truk lainnya (kalau pakai tenaga orang sudah jelas cepat capek.) Mendorong dengan truk lain bisa dengan cara adu bak belakang yaitu truk yang mendorong akan bergerak mundur dan truk yang bermasalah otomatis bergerak maju. Ketika proses pendorongan atau roda sudah berputar, persiapan pengemudi truk yang bermasalah yaitu memompa - mompa pedal gas karena kondisi ini dapat membuat mesin truk menjadi hidup atau menyala. Nyala atau tidaknya tergantung posisi kunci kontak truk yang bermasalah tersebut, namun menurut saya lebih baik posisi kunci sedang on atau acc atau menyala. Persiapan berikutnya yaitu mendorong tongkat perseneling ke arah netral. Kondisi ini bisa dilakukan apabila berada di lapangan atau ruangan yang cukup luas agar terhindar dari hal - hal yang tidak di ingin.

    Bersiap. Saat proses mendorong truk, truk yang bermasalah otomatis dari putaran roda awal akan langsung loncat, pada saat loncat - loncat inilah pengemudi truk yang bermasalah memompa - mompa pedal gas (ada juga yang tidak perlu memompa - mompa pedal gas) agar mesin truk bisa menyala. Saat mesin truk yang bermasalah dapat menyala, doronglah tongkat perseneling ke arah netral tanpa menginjak pedal kopling karena pedal kopling tersebut sudah pasti sangat keras tanpa bantuan angin. Usahakan mendorong terus tongkat perseneling hingga netral. Laju truk bermasalah tersebut hanya loncat - loncat saja. Kemungkinan truk mesin truk juga akan menyala dengan sendirinya. Apabila mesin truk menyala pasti truk bergerak maju perlahan - lahan. Untuk mengakali bagaimana caranya untuk mengerem darurat yaitu dengan mengangkat tuas handrem secara perlahan - lahan karena ketika truk berjalan meskipun lambat, mengangkat tuas handrem cukup berat. Jadi seperti itulah solusi yang bisa saya berikan.


    Maaf ada yang ketinggalan. Tambahan tentang masalah diatas adalah truk yang sudah menggunakan handrem tipe chamber (tipe ini umumnya di gunakan untuk truk - truk seperti trailer, namun sekarang sudah digunakan secara universal atau umum seperti Hino 500 dan UD Quester. Apabila permasalahannya terjadi pada truk dengan handrem chamber, secara logika mendorong truk sudah tidak dapat digunakan lagi karena truk dengan sistem chamber bergantung sekali pada angin yang berada di tabung penyimpanan angin. Jadi meskipun tuas handrem tipe chamber tersebut berada pada posisi off, truk yang bersangkutan pasti tidak bisa bergerak sama sekali karena angin yang dibutuhkan untuk mengisi dudukan atau ruang chamber itu sendiri tidak mencukupi. Contohnya seperti sebuah truk gandeng yang melepaskan gandengannya. Ketika proses pelepasan tersebut pasti si kenek akan melepaskan saluran angin dari tabung menuju ruang chamber pada bagian gandengannya. Ketika pelepasan selang angin tersebut, otomatis rem pada bagian gandengan truk akan berfungsi seketika atau mengerem otomatis. Bisa juga dikatakan seperti ini: ketika fungsi chamber tidak memiliki angin yang cukup atau sama sekali tidak ada pasokan angin yang berasal dari tabung angin, maka tuas rem atau kampas rem yang berada di tromol akan mengerem sekuat tenaga karena fungsinya seperti itu. Lalu anginnya berfungsi untuk apa? Umumnya angin pada tabung truk untuk fungsi chamber adalah membuat posisi chamber menjadi off. Jadi kesimpulannya adalah apabila tidak ada angin, otomatis posisi chamber menjadi On, sedangkan bila terdapat angin yang cukup posisi chamber akan menjadi off, seperti itulah. Sering sekali kita melihat proses dimana truk - truk mengaktifkan dan menonaktifkan tuas chamber namun kita sendiri tidak menyadarinya.


    Salah satu contohnya yang bisa saya berikan adalah ketika kita berada di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), ketika ada sebuah trailer hendak mengisi bahan bakar kita pasti menengok dan melihat sekilas truk trailer tersebut lalu membiarkan atau sesuatu hal yang biasa. Tapi seketika kita akan kembali melihat truk trailer tersebut secara sedikit kaget (mungkin sedikit kaget) karena truk trailer tersebut saat berhenti mengeluarkan suara angin yang cukup nyaring dan panjang. Suara yang cukup nyaring itulah pertanda tuas handrem pada truk trailer tersebut berada pada posisi On. Kenapa bisa begitu? Karena ketika tuas handrem berada pada posisi On, maka angin yang berada dalam ruang chamber sudah tidak diperlukan lagi. Membuang angin yang berada ruang chamber dapat membuat fungsi pengereman paling maksimal secara otomatis jika dilakukan secara manual seperti anda menginjak pedal rem mobil anda secara kuat atau bahkan kuat sekali (nginjak pedal rem sampai ngeden). Hal ini dimaksudkan agar truk tersebut tidak bergerak ketika pengemudi sedang mengisi bahan bakar. Suara angin pada chamber akan berbeda ketika chamber masuk pada posisi Off. Suara angin yang terdengan akan terasa lirih atau pelan, kenapa seperti itu?. Karena ketika posisi chamber menjadi Off, maka ruang chamber membutuhkan pasokan angin yang berasal dari tabung angin utama. Ketika proses pengisian angin dari tabung ke ruang chamber pasti terdengar suara angin namun tidak berisik seperti saat chamber dalam posisi On. Suara angin yang dihasilkan dari proses ini sangat pelan atau tidak berisik bahkan tidak berbunyi sama sekali karena angin masuk ke ruang chamber tersebut.

    Sebenarnya pada posting ini saya cukup kesulitan untuk merangkai kalimatnya. Memang solusinya sudah ada di kepala namun cara penyampaiannya yang sedikit sulit. Mohon maaf bila kalimat - kalimat yang saya buat ini agak sedikit aneh pengartiannya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

    Apa Arti Impact Yang Terdapat Pada Setiap Tambal Ban [Air Impact Wrech]

    Ketika berjalan - jalan menggunakan kendaraan, pasti akan menjumpai sebuah tambal ban. Meskipun sepintas saja, pada tabung angin tambal ban tersebut tertulis tulisan "Impact" dengan huruf besar. Sering sekali kita melihat tulisan tersebut tapi apa maksudnya? Kali ini saya akan membuat sedikit penjelasan tentang apa arti impact yang terdapat pada tambal ban. Saat ini hampir semua tambal ban memberikan tulisan impact atau ada fitur impact pada tambal ban tersebut. Menurut saya, artikel yang menyebutkan kalimat "tambal ban" di internet sangat sedikit, mungkin karena topiknya kecuali pemburu berita mungkin.


    Sebagai pengemudi truk saat ban truk bocor atau pecah, pengemudi truk tersebut akan segera mencopot ban yang bocor atau pecah tersebut dengan kunci roda. Pada truk besar biasanya alat yang dipakai antara lain: kunci roda, stang kunci roda, dongkrak, dan stang pipa panjang sebagai tumpuan. Memang jika membahas tentang "TEMPOE DOELOE" tambal ban masih menggunakan senjata seperti itu untuk membuka ban. Pasti sangat merepotkan dan juga sangat memeras tenaga sekali. Saat mencopot ban dan memasang ban rasanya sangat melelahkan sekali bila menggunakan perlengkapan seperti itu.


    Namun hal itu lambat laun sudah ditinggalkan oleh kebanyakan tambal ban dan beralih ke alat yang lebih praktis yang biasa di sebut impact. Saya sendiri sebenarnya kurang paham mengenai arti impact itu sendiri tapi saya mengerti fungsi sebenarnya untuk apa. Menurut saya impact yang dimaksud adalah sebuah alat yang digunakan untuk mencopot dan memasang ban secara cepat dengan tenaga yang berasal dari angin. Jika anda memiliki pengertian lain silahkan berkomentar ya.


    Tegangan angin yang besar yang berasal dari tabung angin pada tambal ban merupakan penggerak utama mesin impact. Semakin besar tabung angin maka semakin besar pula tenaga yang dihasilkan. Angin yang berasal dari tabung akan memutar mesin impact, pada mesin tersebut terdapat sebuah stang yang ujungnya adalah kunci untuk membuka baut roda pada truk. Tegangan angin yang tinggi dapat memaksa baut roda truk menjadi lepas meskipun baut roda tersebut berkarat atau susah untuk di lepas jika menggunakan cara biasa.


    Karena menggunakan tenaga angin, maka akan terdengar suara angin ketika mesin impact sedang bekerja. Suara angin akan terdengar keras seperti meraung - raung jika baut roda sedikit membandel atau susah untuk di lepas. Memang bila dibandingkan jauh lebih efisien menggunakan impact daripada alat - alat manual seperti sebelumnya. Tapi untuk darurat tetap saja menggunakan alat manual. Bila dilihat dari segi positifnya, mencopot dan memasang ban lebih praktis cepat selesai tanpa memakan banyak waktu dan tenaga. Biasanya kebanyakan pengemudi truk bahkan saya sendiri lebih mengandalkan impact saat ban bocor atau pecah daripada membuka sendiri karena malah menyusahkan.


    Impact memiliki sedikit negatifnya itupun biasanya terjadi ketika awal memasang baut roda yaitu saat pemasangan dan mengeraskan baut roda, ketika awal pemasangan baut rodanya miring atau drat baut roda tersebut tidak masuk dengan benar, maka dalam beberapa putaran baut roda tersebut akan menjadi keras meskipun belum mentok. Hal tersebut biasanya sudah dianggap biasa oleh tukang tambal ban karena kondisi baut roda yang jarang dibuka menjadi keras saat diputar. Karena anggapan tersebut, rata - rata baut roda setelah dipasang dan dikeraskan, maka akan sangat sulit untuk dibuka kembali. Kesulitan tersebut terjadi karena saat pemasangan baut roda sebelumnya drat sudah miring atau tidak pas, maka saat pengerasan baut roda tersebut menggunakan Impact, sudah pasti baut roda tepatnya drat dari baut roda tersebut pasti rusak.


    Memang pada kondisi normal atau rusak, baut roda pasti akan tetap keras saat truk melakukan pekerjaan seperti biasa. Namun rusak atau tidaknya tersebut bisa diketahui saat membuka baut roda tersebut misalnya ban bocor lagi setelah beberapa kilo perjalanan atau ban tiba - tiba pecah karena truk bermuatan berat atau sudah tidak mampu. Lalu bagaimana cara mengetahui rusak tidaknya baut roda setelah menggunakan Impact?.

    Tambal Ban Impact

    Ketika pecah ban atau ban bocor di jalan, otomatis pengemudi dan kenek (bila ada) pasti akan membuka atau mencopot sendiri ban yang bermasalah tersebut dengan peralatan manual karena saat darurat seperti ini akan sangat beresiko untuk mencari tambal ban dengan Impact. Bila sebelumnya memasang baut roda dengan impact, maka dengan membuka sendiri seperti ini pasti ketahuan rusak atau tidaknya.


    Pada baut roda yang masih bagus, ketika dibuka dengan alat manual yaitu kunci roda, stang kunci roda dan stang panjang. Setelah satu atau dua putaran pertama, baut roda tersebut pasti bisa diputar dengan ringan bahkan dengan jaripun pasti bisa karena sebelumnya sudah pernah dibuka. Baut roda yang masih bagus terlihat ulir yang rapi dan lurus. Namun lain halnya dengan baut roda yang rusak akibat salah drat saat menggunakan Impact. Ketika membuka baut roda tersebut sangat sukar sekali meskipun baut roda tersebut sudah bisa berputar. Biasanya baut roda yang rusak, saat memutar untuk melepaskan baut roda tersebut menjadi sulit sekali, jangankan pakai jari tangan, pakai kunci roda dengan stang pendek masih saja harus ngotot bahkan masih harus pakai stang panjang lagi. Baut roda rusak tersebut baru bisa diputar dengan jari tangan saat akan lepas antara 1 sampai 2 putaran terakhir. Ketika sudah lepas coba lihat ulir baut roda tersebut, pasti terlihat ulirannya yang rusak atau uliran menjadi bertumpuk.


    Jadi seperti itulah arti dari impact serta sisi positif dan negatifnya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

    Salah Satu Alasan Ban Depan Truk Menggunakan Ring Tambahan

    Pernah terfikirkan tidak kenapa beberapa truk seperti mitsubishi ganjo, isuzu giga menggunakan ring pada bagian depan roda truknya?. Selamat sore dan juga saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ya bagi anda yang beragama islam. Artikel ini saya tulis bertepatan dengan bulan ramadhan. Sebenarnya sudah beberapa artikel yang saya buat pada bulan ramadhan ini. Saya sendiri juga ingin membuat video dengan ucapan seperti itu namun apa daya bahan untuk videonya masih belum punya saat ini, jadi mohon di maklumi ya.


    Penambahan ring pada roda depan produsen truk - truk tertentu bukan berarti itu hanya sebuah hiasan. Ada fungsi tersendiri dibalik pengadaan tersebut. Pada hino 500 kok tidak ada? Tapi di hino lohan atau hino badak kok ada? Beberapa versi truk terbaru sudah tidak menggunakan ring pada roda depannya seperti hino 500 dan UD Quester. Apa fungsi sebenarnya dari pengadaan ring tersebut? Sebenarnya sangat simple fungsinya hanya saja kebanyakan orang (bukan pengemudi) atau bahkan pengemudi itu sendiri kurang memahami walaupun tanpa sadar sering digunakan fungsinya.



    ring pijakan ban truk

    Fungsi utama penambahan ring pada roda depan truk adalah untuk pijakan pertama ketika pengemudi akan masuk kedalam kepala truk. Truk - truk besar yang menggunakan ring pada roda depan kebanyakan pijakan yang terdapat pada kepala truk hanya berjumlah 1 buah pijakan saja dan juga kondisinya yang cukup tinggi. Maka oleh sebab itu diberikan tambahan yaitu ring pada roda depan sebagai pijakan pertama sebelum pijakan yang ada di kepala truk. Bagaimana? Sudah jelas sekarang?.


    Produsen truk berfikir tentang bagaimana mempermudah pengemudi untuk naik ke atas truk tanpa harus menyusahkan pengemudi truk tersebut karena pijakan yang cukup tinggi. Selain itu kebanyakan pengemudi truk memiliki badan yang rata - rata cukup gemuk, coba anda bayangkan bagaimana pengemudi truk yang berbadan gemuk naik ke dalam truk dengan pijakan yang tinggi tanpa bantuan dari ring yang ada di roda? Pasti anda tertawa sendiri ketika membayangkannya. Selain pengemudi truk yang bertubuh gemuk, rata - rata juga pengemudi truk sudah berumur (bapak - bapak bahkan kakek - kakek). Seandainya masih seumuran bapak - bapak masih bisa naik tanpa menggunakan ring tersebut, tapi kalau sudah kakek - kakek apakah masih bisa naik tanpa ring tambahan tadi? Bisa - bisa keneknya nanti yang gendong.


    Memang tidak bisa di targetkan truk versi tersebut untuk pengemudi berumur berapa. Truk tersebut masih tetap tergolong universal yang bisa dipakai untuk semua umur dengan memanfaatkan pijakan tambahan yang berupa ring pada roda depan truk tersebut. Bagaimana dengan truk - truk seperti hino 500, kenapa tidak ada ring pada roda depannya?. Hino 500 dan juga UD Quester saat ini sudah menggunakan 2 sampai 4 pijakan untuk naik ke dalam truk, jadi sudah tidak diperlukan lagi ring tambahan. Versi terbaru saat ini untuk pijakan truk penerapannya sudah mengikuti gaya dari truk - truk buatan jepang dan eropa. Pijakan pertama sudah tidak memakai ring pada roda tapi memakai pijakan yang sudah disiapkan terhubung melalui casis truk. Pijakan yang menggunakan cassis truk sedikit lebih rendah dibandingkan pijakan yang menggunakan ring pada roda. Biasanya standard untuk pijakan pertama yang paling bawah adalah sejajar dengan as roda depan untuk truk - truk bak atau sejenisnya, sedangkan pijakan paling bawah berada sedikit dibawah as roda depan untuk truk - truk sejenis trailer. Bila kurang yakin silahkan dicek sendiri ya.


    Penghapusan pijakan ring pada truk saat karena tambahan pijakan tersebut. Selain itu pijakan yang berbentuk ring tadi saya sendiri menganggapnya kurang baik bila truk digunakan pada lokasi atau medan berat seperti tambang. Kebanyakan lokasi pertambangan memiliki jalan yang cukup extrime (jalan ambles, jalan bebatuan). Jalanan seperti ini sangat mudah sekali merusak ring roda untuk pijakan. Selain hal tersebut, ada juga kekurangan lain yang dapat membuat ring menjadi berbentuk tidak beraturan. Hal ini adalah pengalaman saya sendiri ketika proses muat barang yang kondisinya diwajibkan berdekatan dengan trotoar tempat muat muat. Memang awalnya tidak disadari karena sedang proses muat barang namun setelah selesai, saat truk dipindahkan tenyata ring sudah bengkok menjadi tidak beraturan karena tergerus oleh trotoar yang cukup tinggi.

    Posisi Saklar Range Pada Truk Saat Memasukan Gigi Mundur Dan Setengah

    Truk yang sistem persenelingnya menggunakan range high low atau kuar - kura kelinci sudah banyak dipakai saat ini di indonesia. Kebanyakan para pengemudi truk masih belum mengetahui tata cara untuk mengoperasikannya. Memang ada resiko akibat kesalahan ketika salah mengoperasikan sistem perseneling seperti ini. Karena hal tersebutlah saya membuat ulasannya kali ini. Artikel kali ini saya buat berdasarkan komentar yang ada di blog truk bercerita. Lho, kok blog? Bukannya situs truk bercerita?. Blog atau situs saya anggap sama saja karena adanya cuma di dunia maya saja. Jadi anda mau menyebut halaman ini blog atau situs terserah anda, yang penting bisa berguna dan menambah wawasan di dunia truk.


    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada pembaca blog truk bercerita yang sudah memberikan komentar. Semua komentar - komentar yang masuk akan disaring terlebih dahulu sebelum saya terbitkan. Seandainya ada pertanyaan dalam konmentar tersebut, saya akan menjawabnya secara langsung pada komentar tersebut apabila sedikit kalimat yang dibutuhkan namun saya akan membuat postingan secara detail apabila jawabannya cukup panjang dan berbelit - belit.


    T:Maaf mas sy mau tanya? Kalau mau masukkan gigi mundur atau gigi setengah, posisi saklar hrs dmn ya, High atau low? Terimakasih.

    Tongkat Perseneling Hino 500 Saklar

    J: Sebelumnya terima kasih atas pertanyaan tersebut. Okay langsung saja. Ketika akan memasukan gigi mundur atau setengah, hal pertama yang perlu diketahui adalah posisi range. Range sendiri adalah sebuah fungsi untuk mengatur ruang atau mengatur tempat untuk gigi perseneling. Jadi faktor utamanya adalah range itu sendiri. Kesalahan pada posisi range dapat berakibat buruk pada mesin truk tersebut, maka dari itu berhati - hati bila ini masih sebuah pembelajaran untuk anda.

    Ketika ingin memasukan gigi mundur atau setengah, maka range yang dibutuhkan adalah range rendah atau biasa di sebut range low atau kura - kura. Untuk truk dengan sistem perseneling saklar, maka terlebih dahulu tuas saklar harus menghadap ke bawah. Varian versi saklar ada 2 yaitu posisi ke atas dan posisi kebawah, artinya adalah saat saklar dalam posisi kebawah artinya range yang sedang di gunakan adalah range rendah. Range rendah ini digambarkan pada indikator spidometer yaitu dengan text "low" (contohnya adalah truk isuzu giga) atau bergambar "kura - kura" (contohnya adalah truk Hino). Gigi perseneling mundur dan setengah tersebut masuk dalam range low atau kura - kura, jadi apabila range sudah masuk pada kondisi tersebut maka anda tinggal memasukan gigi persenelingnya saja tanpa harus mengubah range lagi. Untuk truk besar posisi memasukan gigi perseneling mundur adalah menekan tongkat perseneling kearah pojok kiri mentok lalu dorong ke depan. Sedangkan untuk truk besar ketika memasukan gigi perseneling setengah adalah menekan tongkat perseneling kearah pojok kiri mentok lalu dorong ke belakang. Mungkin seperti itulah solusinya.


    Sistem perseneling entah itu tipe saklar atau tipe tampar, penggunaanya masih tetap sama seperti cara diatas hanya saja ada sedikit perbedaan khusus untuk yang menggunakan versi saklar. Untuk memasukan gigi perseneling mundur pada versi saklar ternyata bisa dilakukan pada range apapun (range kura - kura, low atau range kelinci, high) namun karena range yang berbeda tersebut maka tenaga yang diperoleh juga berbeda. Ketika posisi truk sedang mundur pada range kura - kura, suara mesin akan terdengar meraung namun laju truk masih tetap lambat. Berbeda ketika posisi truk sedang mundur pada range kelinci, suara mesin seperti tidak kuat namun laju truk saat mundur sangat cepat. Hal ini sering sekali terjadi pada pengemudi truk - truk lain yaitu setelah mengemudikan truknya dan akan menempatkan truknya kedalam area parkir, mengemudi dari kejauhan sudah pasti saat itu range yang di pakai adalah range kelinci, terlebih dahulu truk tersebut akan maju menata bagian belakang truk untuk mundur, namun karena pengemudi truk juga manusia yang tidak luput dari lupa, tanpa terlebih dahulu mengubah range sebelum memasukan gigi mundur maka hasil yang didapatkan adalah saat mundur truk terasa berat dan lajunya cukup kencang. Hal tersebut bisa terjadi apabila truk dalam kondisi kosong, truk dalam kondisi bermuatan jika keadaannya seperti itu pasti mesin truk akan langsung mati karena tidak kuat untuk menggerakannya. Maka kesimpulannya adalah pada truk - truk yang menggunakan range versi saklar seperti hino 500, mitsubishi ganjo, mitsubishi HD bisa menggunakan persenling mundur dengan range high dan low atau range kura - kura dan kelinci. Sekian dulu semoga bermanfaat. Apabila ada yang perlu ditanyakan silahkan berkomentar dikolom komentar yang sudah disediakan.

    Truk Hino 260 Tampar Bisa Mundur Pakai Kelinci

    Truk Hino 260 Tampar Bisa Mundur Pakai Kelinci. Postingan kali ini masih berhubungan dengan komentar yang masuk di blog truk bercerita tepatnya pada postingan yang pernah saya tulis dengan judul Sistem Pengoperasian Perseneling Pada Truk Hino 500. Pada posting ini sebenarnya saya tidak begitu yakin tentang apa yang bisa saya jawab karena hal ini masih mengerutkan dahi saya. Maka dari itu apabila ada tanggapan lain, dimohon untuk berkomentar di posting ini agar jawaban yang lebih baik bisa dimengerti bagi pembaca lainnya.


    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas tanggapan yang diberikan di blog ini. Apabila anda ingin berkomentar di posting ini atau di setiap postingan blog ini caranya cukup mudah, silahkan isi kolom komentar yang ada di bagian bawah atau di bagian akhir artikel setiap post. Sebelum itu, anda wajib login terlebih dahulu ke akun google anda. Blog truk bercerita hanya menerima komentar dari akun google saja, jadi mohon maaf, selain akun tersebut ataupun tanpa akun tidak bisa. Setelah berkomentar, jangan khawatir apabila komentar anda tidak muncul seketika karena setiap komentar yang masuk akan saya baca terlebih dahulu. Apabila komentar tersebut mendukung dan masih berhubungan dengan apa yang dibahas, maka pasti akan saya balas dan saya terbitkan dan bila saya terbitkan namun tidak ada balasan komentar, maka komentar tersebut akan saya buat postingan sebagai balasannya. Namun apabila komentar yang anda berikan masuk ke kategori spam, apa boleh buat, saya akan menghapusnya langsung tanpa membacanya terlebih dahulu. Jadi berkomentarlah yang baik karena ketika komentar anda muncul di blog ini, pembaca lainnya bisa mengerti kekurangan atau kelebihan artikel yang sedang dibahas.


    T:Cuma meluruskan aja, Bisa kok hino 260/tampar, mundur pakai kelinci..

    Pernyataan diatas merupakan salah satu komentar dari pembaca blog truk bercerita yang intinya truk hino 260 versi tampar bisa menggunakan gigi perseneling mundur dengan range high atau kelinci. Istilah kelinci yang saya maksud adalah sebuah indikator atau tanda yang ada pada papan spidometer. Indikator kecepatan tersebut terbagi menjadi 2 yaitu kura - kura untuk kecepatan rendah dan kelinci untuk kecepatan tinggi.


    Hino Truk

    Namun untuk menanggapi pernyataan diatas sampai saat ini varian perseneling mundur pada range kelinci di hino 260 Ti, saya sendiri belum bisa menjelaskannya secara detail. Maksudnya begini, setahu saya pada truk besar dengan sistem perseneling tampar atau pukul kanan kiri seperti contoh hino 260 ti atau isuzu giga 2015 ke atas ruang untuk range high dan lownya dipisah menjadi 2 bagian yaitu di kanan untuk high atau kelinci dan dikiri untuk low atau kura - kura. Ketika range berada di high atau kelinci, pada versi tampar sudah jelas posisi range yang digunakan berada di kanan sedangkan untuk perseneling mundur range yang dibutuhkan ada di sebelah kiri atau range dalam keadaan low atau kelinci, maka sudah pasti ketika posisi range high atau gigi perseneling berada di kisaran gigi ke - 5 sampai top speed, mustahil bisa berpindah ke gigi perseneling mundur secara langsung tanpa mengubah range karena ketika berada di posisi high atau kelinci dan akan masuk ke gigi (R) atau retreat atau mundur otomatis range akan berubah menjadi low ketika terjadi dorongan ke arah pojok kiri. Dorongan tersebut meskipun secara perlahan - lahan akan tetap masuk ke range low karena sudah jelas posisi ruang gigi perseneling tersebut berbeda.


    Semenjak adanya pernyataan tersebut, saya sering bertanya kepada rekan - rekan sesama pengemudi truk yang memakai sistem perseneling versi tampar dan banyak yang menyatakan bahwa versi tampar tidak bisa menggunakan gigi mundur dengan range kelinci. Namun apabila pembaca memiliki tanggapan yang berberda atau catatan saya ini salah, jangan sungkan - sungkan untuk berkomentar agar pembaca yang lain yang belum mengerti bisa mengetahuinya.

    Selain bertanya, saya sendiri sering mencoba mengemudikan truk milik teman - teman untuk memundurkan truk versi tampar dengan range kelinci meskipun dulu pernah mengemudikan truk isuzu giga 2015 versi tampar pegangan sendiri dan hingga sekarang sudah berganti ke Hino 500 sampai saat ini, belum pernah saya memundurkan truk versi tampar pada range kelinci. Oleh karena itu hal ini sangat saya pikirkan hingga saya buat postingannya seperti ini.


    Seandainya penyataannya mengenai hino 500, saya percaya jika truk tersebut bisa menggunakan range kelinci pada gigi perseneling mundur karena versi saklar tidak membutuhkan ruang berbeda (ruang kanan dan kiri untuk mengatur range).

    Intinya saya membuat postingan ini adalah rasa penasaran saya sendiri tentang cara mundur pada truk Hino 260 versi tampar dengan range kelinci. Karena ketika saya mengemudika truk versi tampar tersebut, tidak pernah sekalipun memasukan gigi mundur dengan range kelinci. Maka dari itu saya sendiri masih ragu tentang artikel yang saya buat ini apakah benar secara fakta atau tidak. Seandainya tidak ada komentar di posting ini, maka saya anggap artikel yang saya buat benar adanya bahwa truk hino 260 versi tampar tidak bisa menggunakan perseneling mundur dengan range kelinci atau high, namun apabila ada komentar yang kontra dengan artikel ini maka saya anggap artikel ini adalah sebuah kesalahan itupun apabila komentar tersebut dijelaskan secara detail tentang cara melakukannya.

    Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan saat ini. Semoga bisa menjadi referensi anda. Semoga bermanfaaat dan terima kasih.

    Cara Berkendara Dari Mobil Kecil Ke Truk Besar Yang Harus Di Ketahui

    Postingan ini saya buat berdasarkan komentar yang ada di blog ini. Karena sudah lebih dari 50 postingan, jadi saya sendiri lupa komentar ini berasal dari posting yang mana. Kok bisa tau? Lihat dari mana? Saya lihat langsung dari kolom komentar administator blogger, semua komentar seperti yang baru masuk, di terbitkan, belum dibaca dan juga spam pasti muncul disitu. Setiap komentar yang masuk pasti saya baca terlebih dahulu apakah layak atau tidak untuk di terbitkan tidak terkecuali spam, komentar spam pun akan saya terbitkan jika masih berhubungan dengan tema blog ini yaitu otomotive. Ada sedikit bingung sih sebenarnya. Bukan tentang penjelasan yang akan ditulis, melainkan tentang judul artikel ini sebelumnya.


    truk

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada pembaca blog truk bercerita yang sudah berkomentar. Sebelumnya juga saya pernah menulis soal komentar pembaca yang akan saya buat postingan. Jadi bila ada yang ingin di tanyakan bisa langsung menulisnya di kolom komentar di bagian bawah.


    Postingan kali ini berasal dari komentar salah satu pengunjung blog truk bercerita. Maaf, ID di rahasiakan.

    T: Saya sangat ingin mengendarai super truck tapi tidak tau harus mulai dari mana soalnya saya cuma bisa mobil kecil, tolong kasih petunjuk.

    J: Terima kasih sebelumnya sudah berkomentar. Bagaimana awalnya cara mengemudikan truk yang sebelumnya hanya bisa mengemudikan mobil kecil (mobil station/pick up)?. Sebenarnya jika sudah mahir dimobil kecil pasti bisa mengemudikan sebuah truk hanya dengan beberapa kali praktik atau latihan beberapa hari saja bahkan 1 hari latihan pasti bisa mengemudikan sebuah truk. Apa yang wajib di ketahui?. beberapa hal - hal baru untuk mengendari sebuah truk yang wajib diketahui adalah sebagai berikut:


    1. Lebar kendaraan atau lebar truk.
    Lebar sebuah truk selisihnya sangat besar lho dibandingkan lebar mobil kecil jika di ukur dengan skala saat berjalan di jalan raya. Kalau diukur pakai meteran ya kecil paling tidak sampai 1 meter selisihnya. Saat mengemudikan mobil kecil, sang pengemudi bisa bebas melihat posisi kendaraan yang berada dikanan dan kiri mobilnya, namun saat membawa truk besar pasti sulit untuk melihat kondisi kanan kiri dan yang paling sulit pada sebelah kiri karena kondisi kemudi truk berada diatas kendaraan kecil seperti motor dan mobil kecil. Jika di tengok sekilas sudah pasti tidak terlihat posisinya. Maka dari itu agar pengemudi truk bisa melihat kondisi kendaraan yang berada kirinya, pengemudi truk bisa melihatnya melalui kaca spion truk sebelah kiri bagian samping dan bagian bawah. Jika sudah di ketahui posisi kendaraan yang ada disamping, baru anda bisa menerka (feeling) posisi kendaraan tersebut yang sebenarnya. Hal ini merupakan antisipasi agar anda yang notabene baru saja beralih dari mobil kecil ke truk besar terhindar dari kecelakaan seperti menabrak kendaraan disamping kiri anda, menyerempet kendaraan disamping kiri anda, trotoar, dan lain sebagainya.


    Ketika mengemudikan mobil kecil seperti contoh ketika dijalan tol, jarak kendaraan seperti mobil atau truk yang berada disamping mobil anda akan terlihat sangat jauh ketika sejajar. Namun akan sangat berbeda ketika mengemudikan sebuah truk besar pada posisi akan mendahului 2 buah truk yang berada dikanan dan kiri anda, jika ini kali pertama feeling atau perkiraan anda pasti akan menabrak bagian belakang truk. Bisa dipastikan jika menghindar sedikit ke kanan, truk sebelah kanan akan tertabrak dari belakang. Jika menghindar sedikit kekiri, truk sebelah kiri akan tertabrak dari belakang. Selain itu kepanikan akan terjadi ketika menyeimbangkan kemudi. Kepanikan tidak membuat mengemudi anda menjadi lebih baik, justru jalan truk yang anda bawa lebih menghawatirkan karena speling kemudi truk sedikit lebih banyak daripada mobil kecil. Oleh karena itu lebar kendaraan saya prioritaskan menjadi yang pertama. Di jalan raya umum atau jalan tol, percaya atau tidak ketika sebuah truk akan mendahului truk lain, jarak pada samping truk saat berjajar tidak lebih dari 1 meter pada jalan raya umum. Jika didalam jalan tol, ketika truk akan mendahului truk lain yang berada di lajur kanan dan lajur kiri, ketika sejajar tidak lebih dari setengah meter bahkan untuk kaca spoin pasti nyaris kena (dalam kondisi masih didalam marka atau garis jalan). Bila anda tidak percaya, silahkan lewati jalur tol tanjung perak - mojokerto saat jam kerja, hal ini merupakan pengalaman saya sendiri karena jam - jam tersebut merupakan aktifitas terpadat.


    Biasanya jika pertama kali melihat lebar truk dari luar, anda hanya melihat lebar kepala truk saja. Bila seperti itu saya menganggapnya salah. Bagaimana yang benar? Ketika ingin mempelajari lebar sebuah truk, jangan hanya terfokus dari lebar kepala truk saja, melainkan di mulai dari posisi kaca spion kanan sampai kaca spion kiri truk tersebut. Jika terfokus hanya pada kepala truk saja, bisa - bisa nanti akan kesulitan saat mendahului truk - truk lain karena tidak kepikiran kaca spion. Letak kaca spion pada truk lebih keluar kesamping daripada bak truk, hal ini perlu diketahui.


    2. Panjang Truk.
    Saya setiap hari pasti melihat mobil kecil lalu lalang, cuma berapa ya panjang mobil kecil? Soalnya tidak pernah saya ukuri. Perkiraan saya sekitar 2 sampai 3 meteran mungkin. Ukuran panjang seperti mobil kecil tersebut membuatnya lincah salip kiri, salip kanan, salip atas, salip bawah. Hanya cukup sedikit mendahului saja bisa langsung tekuk stir ke arah yang di inginkan, sangat mudah bukan?!. Tapi bagaimana bila yang anda kemudikan memiliki panjang 7 meter, 9 meter bahkan sampai 14 meter? Tekuk stir langsung berangkat deh...


    Setelah memahami lebar kendaraan, anda wajib memahami panjang kendaraan yang akan dikemudikan. Oleh sebab itu saya masukkan ke urutan yang kedua. Pemahaman panjang sebuah truk bisa sedikit lebih lama daripada pemahaman lebar truk. Biasanya seperti yang saya tulis diatas yaitu panjang truk adalah ketika selesai mendahului dan beralih lajur maka kondisi belakang truk harus sudah kosong (tidak ada kendaraan lain di samping atau lajur yang akan digunskan). Memang bisa dilakukan ketika kendaraan yang sudah anda dahului tadi sudah sangat jauh dari pandangan kaca spion meskipun belum bisa memahami panjang truk sendiri, tapi kalau darurat seperti tiba - tiba ban bocor?, ingin buang air?, ada teman yang mau numpang? Eng ing eng...jelas merepotkan bukan. Oleh sebab itu pemahaman panjang truk perlu dan wajib diketahui.


    Diatas merupakan kondisi maju, lalu bagaimana jika kondisi mundur sedangkan panjang truk tidak paham? Misalnya didalam area pabrik truk anda waktunya bongkar muatan lalu disuruh mundur sedangkan untuk mengira - ngira panjang truk yang anda kemudikan masih bingung, tidak masalah bila ada yang memberi aba - aba tapi kalau tidak ada bagaimana? Jalan satu - satunya adalah memundurkan truk sambil membuka pintu dan melihat kebelakang. Jika seperti ini berarti anda sudah ketahuan tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) atau SIM hasil calo. Karena saat pengujian pembuatan SIM, mundur dengan menengok kebelakang atau mengeluarkan anggota badan dengan tujuan mengetahui posisi belakang kendaraan dilarang dan tidak lulus.


    3. Sistem Perseneling.
    Sistem perseneling untuk truk besar saat ini sangat berbeda dengan mobil kecil. Mobil kecil biasanya memakai sistem perseneling manual (masuk maju mundur) dan perseneling matic. Sebelumnya ada persamaan sistem perseneling yang digunakan truk - truk besar yaitu perseneling manual (masuk maju mundur) atau bisa disebut sistem perseneling standard. Namun saat ini produsen truk - truk besar sudah memakai versi baru untuk sistem perseneling pada produknya. Contohnya pada Hino versi TI dan Hino 500 yang bisa di bilang standard lagi. Sistem perseneling pada truk Hino saat ini sudah menggunakan versi tampar dan versi saklar. Versi tampar memiliki total perseneling sebanyak 10 gigi perseneling di mulai dari mundur, setengah, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan terakhir 8 (top speed). Untuk versi saklar memiliki total perseneling sebanyak 10 gigi (menurut banyak pengemudi truk, versi ini memiliki total 11 gigi) perseneling di mulai dari mundur pelan, mundur cepat, setengah, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan terakhir 8 (top speed). Anggapan ini menurut saya sendiri memang benar bahwa hino 500 memiliki 11 gigi perseneling. Jadi jika anda ingin menjalankan sebuah truk, terlebih dahulu ketahui bagaimana model sistem persenelingnya karena sudah jarang sekali produsen truk mengeluarkan model perseneling standard untuk truk - truk dengan kelas berat. Namun jangan khawatir, sistem perseneling standard untuk truk masih digunakan hanya saja dikhususkan untuk kelas biasa.


    4. Kecepatan.
    Berbeda sekali kecepatan ketika mengemudikan mobil kecil dengan truk besar. Mobil - mobil kecil meskipun memiliki gigi perseneling sedikit (contohnya maksimal 5 gigi perseneling maju + 1 mundur) jika di adu dengan sebuah truk sudah pasti lebih unggul untuk mobil kecil. Untuk truk besar, meskipun memiliki banyak gigi perseneling tetap saja tidak bisa di unggulkan sebab truk besar tidak dirancang untuk melaju cepat. Truk- truk besar biasanya memiliki rancangan yang lebih diutamakan seperti tenaga untuk beban. Selain itu, truk - truk besar saat ini sudah menggunakan bahan bakar solar sebagai bahan bakar utama, maka akan sangat terlihat sekali laju yang lamban dibandingkan dengan mobil kecil yang rata - rata berbahan bakar premium.


    Mobil kecil kan ada juga yang berbahan bakar solar dan bisa lari cepat? Jika pertanyaannya soal bahan bakar yang sama, maka jawabannya adalah mengenai ukuran kendaraan yang bersangkutan dan ukuran rangkaian gigi rasio itu sendiri. Masih bingung? sebelumnya saya pernah menulis artikel tentang sistem gigi rasio pada truk, silahkan di cari ya. Jika anda berada dijalan dan melihat beberapa truk besar, mungkin anggapan anda itu hanya sama - sama truk besar. Namun sebenarnya truk - truk besar memiliki bagian - bagian tersendiri pada roda belakangnya. Pada truk besar, ada 2 versi + 1 versi untuk bagian belakang rodanya. Kenapa saya menulisnya seperti itu? Kenapa tidak ditulis 3 versi? Karena versi terakhir masih masuk dalam versi yang pertama dengan urutan ke dua. Pertama yaitu versi engkel (ada yang menyebut truk engkel). Truk engkel yaitu truk yang hanya memiliki 1 roda belakang kanan dan kiri. Bisa di samakan dengan mobil kecil yang hanya memiliki 1 roda belakang kanan kiri. Versi yang kedua yaitu 2 roda belakang kanan dan kiri (bisa disebut truk tronton). Dan 1 versi lainnya yaitu 2 roda belakang dikanan dan kiri. Lho, versi ini kan sama? Memang versi ini sama seperti versi sebelumnya, tapi karena ini menyangkut kecepatan maka saya tambahkan versi ini. Lalu apa yang membuatnya berbeda? Yang membuat berbeda ada penggerak rodanya. Lho, bukannya penggeraknya hanya satu di bagian depan? Maka dari itu saya buat varian versinya. Pada truk besar terdapat 2 versi untuk penggerak roda belakang. Kita kembali ke 2 versi + 1 versi untuk mengetahuinya. Untuk versi ke 1 yaitu 1 roda belakang kanan kiri, sudah pasti jelas untuk penggeraknya menggunakan 1 penggerak saja ( biasanya disebut stick join). Penggerak roda tunggal ini mampu melajukan truk dengan cepat dan juga hal positif lainnya bahan bakar lebih irit. Bisa melaju cepat dan irit? Siapa yang tidak ingin mempunyai truk seperti itu, semua pasti menginginkannya. Negatifnya adalah truk - truk seperti ini biasanya tidak memiliki banyak gigi perseneling dan lebih mengutamakan jalanan umum seperti jalan raya atau jalan tol. Bagaimana dengan beban muatan? Truk yang tergolong seperti ini tidak diwajibkan memikul beban yang berat karena beresiko. Jadi tergolong truk dengan beban yang ringan. Apa alasannya dilarang untuk beban berat? saya buat contoh: ketika seorang pemain sepak bola cidera ditandu oleh dua orang depan dan belakang, pasti kedua penandu tersebut mampu mengangkat dan membawanya ke tepi lapangan, tapi mampukah kedua penandu tersebut membawa sekaligus 5 orang dalam satu tandu? Anda tentu bisa menebaknya sendiri.


    Versi yang ke - 2 adalah 2 roda belakang kanan dan kiri. Ini adalah versi tengah - tengah. Bila tebakan anda adalah 2 buah penggerak, maka jawaban anda benar namun bisa juga salah. Kok salah? Salah disini saya artikan bahwa versi ini ada yang menggunakan 2 buah penggerak dan ada juga yang menggunakan 1 penggerak. Jadi karena masih ditengah - tengah maka saya anggap jawaban yang menggunakan 2 penggerak adalah salah. Penjelasannya adalah pada versi 2 roda belakang 1 buah penggerak umumnya digunakan untuk mengangkut beban yang berat yang juga mengutamakan kecepatan. Versi ini bisa disamakan dengan versi sebelumnya hanya saja yang sebelumnya dilarang untuk beban berat. Untuk bahan bakar juga masih irit tergantung berapa berat beban yang dibawa. Semakin berat maka jelas semakin boros. Untuk hal negatifnya juga masih tergolong sama seperti versi sebelumnya.


    Terakhir yaitu versi 2 roda belakang dengan 2 penggerak. Versi seperti ini biasanya di gunakan untuk medan yang cukup berat seperti di pertambangan, lokasi urug, lokasi yang gampang ambles, bisa dibilang yang cukup extrime. Versi seperti ini pada dasarnya memang untuk sangat lamban soal kecepatan namun sangat mampu melaju meskipun tidak secepat 2 versi sebelumnya. Truk yang saya kemudikan juga memakai versi ini karena selalu membawa beban yang berat dan sering berjalan di medan extrime. Selain itu kebanyak versi ini juga dipakai untuk truk - truk trailer karena beban pada trailer kebanyakan beban berat. Jika dibandingkan pada bahan bakar, versi ini jauh lebih boros, lajunya juga lebih lambat karena versi ini hanya fokus pada beban berat. Rata - rata beban berat yang di angkut adalah 30 ton ke atas jadi sudah pasti mampu membawanya tanpa takut tidak kuat jalan meskipun medannya extrime. Hanya saja saat berjalan sudah pasti seperti kura - kura karena versi seperti ini hanya mengutamakan beban berat dan tenaga saja. Apa bisa melaju cepat saat muatan? Untuk laju cepat sudah pasti bisa hanya saja resiko pada ban meledak jadi lebih tinggi karena beban muatan yang berat.


    Begini, soal gigi rasio bisa dirumuskan yaitu semakin banyak gigi rasio (bisa di bilang gigi perseneling), maka sudah pasti selisih antar gigi tersebut semakin sedikit. Berbeda dengan semakin sedikit gigi rasio maka selisih antar gigi semakin besar, karena selisih yang besar maka kemampuan untuk laju kendaraan semakin cepat jika rpm kondisi tinggi. Namun selisih rasio yang besar jika kecepatan menurun, dapat membuat mesin tersendat - sendat seperti mau mati bila tidak dikurangi gigi persenelingnya ke yang lebih kecil. Selisih rasio yang cukup besar memiliki pengaruh besar terhadap kecepatan atau laju kendaraan tersebut. Contohnya seperti ini, ketika kita jalan dengan kecepatan 60km/jam pada gigi perseneling 4, ketika ditambahkan ke gigi 5 atau top speed, maka kecepatan akan naik secara kontan hingga 100km/jam bahkan lebih hingga 120km/jam. Namun untuk truk besar, ketika kita jalan dengan kecepatan 50km/jam pada gigi perseneling 7, ketika ditambahkan ke gigi 8 atau top speed, maka kecepatan akan naik secara kontan hingga 80km/jam bahkan lebih hingga 90km/jam. Perlu diketahui, kecepatan 100km/jam untuk truk besar itu sudah sangat super sekali dan juga sangat memaksa sekali (ngeden). Kenapa seperti itu? Jika di tanya lagi, maka jawabannya kembali ke fungsi utama dan juga rasionya tersebut.


    Mungkin sampai disini dulu postingan kali ini. Jika ingin ditambahkan silahkan berkomentar diposting ini. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

    Mengenal Exhaust Break atau Rem Gas Buang Truk Diesel

    Sebenarnya dan umumnya setiap truk memiliki exhaust break. Menurut saya sendiri exhaust break berarti sebuah proses pengereman pada truk yang dilakukan tanpa melalui roda secara langsung seperti menginjak pedal rem melainkan pengereman pada mesin secara langsung. Dengan kata lain exhaust break adalah sebuah proses pengereman pada mesin, Biasanya proses ini menggunakan sebuah part dengan fungsi buka tutup yang terdapat pada knalpot.



    Pada truk - truk besar, exhaust break umumnya menggunakan angin yang berasal dari tabung simpanan untuk tenaga saat menutup saluran pembuangan pada knalpot truk. Ketika exhaust break dalam kondisi 'ON', maka suara mendesis akan terdengar di ikuti laju truk yang semakin melambat. Ketika di kembalikan ke kondisi 'OFF', maka akan terdengan suara letupan yang berasal dari knalpot truk tersebut. exhaust break akan otomatis berubah dari ON ke OFF apabila pengemudi menginjak pedal gas dan juga menginjak pedal kopling karena pada kedua pedal tersebut terdapat suite untuk mematikan fungsi exhaust break. Sebelumnya saya pernah membuat artikel mengenai Exhaust Break dengan judul Cara Penggunaan Dan Fungsi Dari Exhaust Break.


    Truk Bercerita Image

    Apa alasannya?. Alasan yang pertama adalah pedal gas bila di artikan adalah untuk menambah laju atau kecepatan kendaraan, tentu hal ini sangat berlawanan dengan exhaust break yang berfungsi untuk suatu kondisi pelambatan. Alasan kedua adalah pedal kopling, fungsi kopling pada umumnya adalah untuk menetralkan kondisi (bisa di samakan truk dalam kondisi gigi 'N' atau netral) umumnya kondisi netral adalah kendaraan tidak melakukan apa - apa, maka dari itu bisa di anggap tidak boleh melakukan exhaust break saat menginjak kopling (netral). Kalau pada pedal rem kok tidak ada suite off exhaust break?. karena fungsinya sama - sama untuk melambatkan laju kendaraan, maka tidak ada suite tersebut karena hal ini menjadi hak paten setiap produsen truk.


    Bagaimana kondisi yang cocok untuk mengaktifkan exhaust break?. umumnya exhaust break adalah kondisi untuk memperlambat laju kendaraan tanpa menginjak pedal rem. Biasanya saya sendiri menggunakan exhaust break pada saat:

  • Jalan menurun saat truk kondisi muatan.



  • - Kondisi jalan yang menurun untuk sebuah truk bermuatan apalagi bermuatan berat sangat berbahaya bila melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, jika dilihat dari sudut pandang pengemudi yang bersangkutan adalah 'apakah mampu rem truk yang dikemudikan pada saat yang dibutuhkan?. Biasanya pada jalan yang menurun setiap kendaraan akan melaju cukup kencang tapi keadaan bisa berubah saudara saudari sekalian ketika contoh ada binatang seperti sikomo lewat, pasti cukup kencang pula untuk menginjak pedal rem. Kondisi tidak terduga atau dadakan seperti ini hanya mampu di lakukan pada motor atau mobil - mobil station atau mobil pribadi yang notabene tanpa beban. Setelah berhasil berhenti dalam hati anda mengatakan 'selamat, tidak sampai nabrak sikomo, gak dimarahin kak seto'. Jika anda berfikir seperti itu, maka hal terpenting pasti anda lupakan yaitu kendaraan di belakang anda. Maaf tidak di teruskan.

  • Mendekati kendaraan di depan (jaga jarak).



  • - Menjaga jarak kendaraan memang wajib dan bisa dibilang sebuah kebutuhan. Sebenarnya jika kembali diartikan kedalam topik saat ini yaitu 'exhaust break', adalah ketika kendaraan melaju secara normal lalu kendaraan yang berada di depan sedikit melambatkan kecepataanya, maka cukup memakai exhaust break agar jarak tetap aman seperti sebelumnya. Selain itu kendaraan yang berada dibelakang anda tidak akan spontan kaget seperti anda menginjak rem yang tentunya akan menyalakan lampu rem kendaraan anda. Jika membahas spontan pada lampu rem kendaraan, ada sebuah pertanyaan yang bisa anda jawab melalui komentar yaitu: Pengemudi kendaraan apa yang selalu dan wajib melihat lampu rem kendaraan yang berada didepannya?. Jawaban bebas.


    Truk Bercerita Image

    Kembali ke exhaust break. exhaust break bisa digunakan ketika kondisi mesin berada pada rpm tengah sampai rpm tinggi, ada juga yang bisa aktif untuk rpm rendah namun jangan gunakan ketika rpm masih rendah karena berimbas pada kerusakan exhaust break itu sendiri. Kerusakan pada exhaust break yang saya ketahui adalah ketika on memang terdapat suara mendesis pada knalpot namun efek pelambatan tidak ada, suara mendesis sedikit berbeda dari sebelumnya dan kerusakan yang lainnya adalah exhaust break menjadi tidak berfungsi. Jadi hati - hati menggunakaanya.

    Selain itu exhaust break bisa di anggap sebagai bantuan rem pada roda ketika kendaraan pada posisi menurun (Maaf, infonya saya pisah dari atas). Kondisi jalan menurun tentu penggunaan rem pada roda akan menjadi lebih extra (penggunaan diforsir), jika dilakukan secara terus - menerus dapat menyebabkan tromol roda menjadi panas, bila seperti ini tentu dapat membuat kampas rem terbakar dan kehilangan fungsinya. Oleh sebab itu exhaust break adalah satu - satunya bantuan untuk melakukan pelambatan laju kendaraan. Melakukan pengereman di ikuti dengan exhaust break bisa memperlambat laju kendaraan. Bagaimana jika di ikuti dengan pengurangan gigi perseneling? Memang bisa dilakukan pengurangan gigi perseneling ke yang lebih rendah, namun(ada namunnya) jangan sembarangan melakukan pengurangan gigi perseneling karena imbasnya dapat merusak mesin(ini penting sekali!). Sebelum melakukan pengurangan gigi perseneling ke yang lebih rendah, wajib di ketahui adalah kondisi raungan mesin melalui RPM apakah kondisinya masih bisa dikurangi atau tidak. Jika kondisinya RPM masih diawal sampai pertengahan warna hijau masih bisa dilakukan pengurangan gigi ke yang lebih rendah dengan tujuan untuk mengurangi kecepatan saat kendaraan dijalan menurun meskipun hanya sedikit melambat yang penting hasil. Namun jika RPM sudah berada di atas atau melewati warna hijau, jangan sekali kali melakukan pengurangan gigi perseneling karena efeknya sangat berbahaya sekali. Karena berbahaya sekali maka jangan dilakukan. Antisipasinya hanya bisa menggunakan rem kaki diikuti exhaust break ditambah skill anda sendiri tentunya.


    Standarnya setiap truk saat ini memiliki satu buah exhaust break dan letaknya rata - rata berada dibawah kemudi sebelah kiri berbentuk seperti gagang. Selain itu terdapat fungsi lainnya seperti penyemprot air kaca dan kipas kaca yang bisa di setel kecepataanya. Cara pengoperasiannya yaitu untuk 'ON' menarik gagang tersebut ke arah pengemudi satu kali dan untuk 'OFF' yaitu mengembalikan ke arah semula. Ada juga yang berfungsi secara terbalik tergantung merek dan jenis truknya. Ada juga exhaust break low high dan exhaust break seperti ini pernah saya temui ketika masih mengemudikan truk Nissan Diesel Electric versi 4 gandar (2 gandar depan dan 2 gandar belakang) atau biasanya disebut trinton dengan 6 silinder. Versi exhaust break low high ini lebih dapat diandalkan karena memiliki varian exhaust break. Untuk versi lownya sendiri sama seperti truk - truk lokal saat ini, berbeda untuk versi highnya 2x sampai 4x lebih respon untuk pelambatan. Cara penggunaanya sama yaitu menarik gagang ke arah pengemudi 1x untuk low, jika ditarik lagi kearah pengemudi akan berubah menjadi high. Semoga bermanfaat.